Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Demi Kesembuhan Cucu Nenek Harus Kembali Pulih

Demi Kesembuhan Cucu Nenek Harus Kembali Pulih

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
68 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“Dedek yang bageur ya sama Enin… jangan rewel, kasian sama Enin. Biar Enin kayak gini juga ngurusin Dedek. Mudah-mudahan Dedek sehat, panjang umur, banyak rezekinya. Do’ain Embun juga ya… Enin sayang sama Dedek.”




  Begitulah Bu Enah berbicara kepada cucunya, Muhammad Apriansyah, 4 tahun, yang mengalami Cerebral Palsy sejak lahir dan membutuhkan terapi serta pengobatan rutin. Namun, pengobatan Apriansyah terhenti sekitar dua tahun. Bukan karena beliau tidak ingin membawanya berobat. Bu Enah sendiri sedang sakit.


  Setelah kecelakaan motor, Bu Enah mengalami masalah pada sendi panggul. Diagnosisnya M16.1 Other Primary Coxarthrosis, atau osteoartritis/pengapuran pada sendi panggul. Jika tak ditangani dengan tepat dan berkala, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kronis, keterbatasan gerak hingga kecacatan.


  Di sisi lain, ibunya Apriansyah harus bekerja sebagai ART di luar kota untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jarak dan keterbatasan ekonomi membuat sang ibu belum bisa mendampingi Apriansyah setiap hari. Sementara itu, ayah Apriansyah pergi meninggalkan keluarga dan hingga kini tidak ada kabar, sehingga sebagian besar pengasuhan Apriansyah berada di tangan Bu Enah.




  Kini, Bu Enah menjadi sosok yang paling banyak merawat Apriansyah. Meski tubuhnya sendiri belum pulih, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan cucunya. Namun, kondisi kesehatan yang membatasi geraknya membuat Apriansyah harus berhenti menjalani terapi selama kurang lebih dua tahun.

“...habis operasi itu ada benjolan besar, sampai jalan aja berat,” tutur Bu Enah.


  Kondisi ini membuat Bu Enah sulit bepergian jauh. Akibatnya, ia tidak mampu membawa Apriansyah rutin berobat ke Jakarta. Padahal, terlalu lama menghentikan terapi Cerebral Palsy dapat meningkatkan risiko masalah pada otot dan tulang, malnutrisi, hingga konstipasi kronis.


  Meskipun sebagian tindakan medis dan beberapa obat-obatan Bu Enah tercover oleh BPJS, tetapi untuk obat-obatan dan operasional penunjang lainnya seperti ongkos juga penunjang kesehatan lainnya untuk Bu Enah dan Apriansyah, mereka hanya mengandalkan dari usaha warung kecilnya yang berpendapatan sekitar ±15rb - 30rb per hari, sedangkan hanya untuk sekali pergi berobat dan memenuhinsemua kebutuhan pengobatan saja tidak lebih dari apa yang mereka dapatkan dalam sebulan. Karena itu, Bu Enah perlu mendapatkan pengobatan agar bisa kembali membawa Apriansyah berobat.




  Sahabat Kebaikan, Mari bantu Bu Enah mendapatkan pengobatan, agar Apriansyah berkesempatan kembali berobat. Bagi Bu Enah, sembuh bukan hanya untuk dirinya, tetapi agar ia bisa kembali menjaga cucunya.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk Pengobatan Bu Enah dan Apriansyah dan kebutuhan lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id