Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Mahfudz Sembuh dari Kangker Tulang Ganas

Bantu Mahfudz Sembuh dari Kangker Tulang Ganas

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
71 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

"Sakit... sampai nggak bisa tidur."


  Kalimat itu lirih keluar dari mulut Mahfudz, anak 11 tahun yang kini harus menahan nyeri luar biasa akibat kanker pada tulang rawan bagian sendi. Kanker tersebut menyerang lutut kanan Mahfudz hingga membuat kakinya terus membesar dan tak lagi bisa digerakkan.


  Padahal sebelum sakit, Mahfudz dikenal sebagai anak yang aktif dan pemberani di sekolah. Ia sering dipercaya menjadi pemimpin upacara, memimpin doa, bahkan disegani oleh teman-temannya karena sikapnya yang baik dan bertanggung jawab. Tak ada yang menyangka, kini hari-harinya berubah menjadi perjuangan melawan rasa sakit.


  Semua bermula ketika Mahfudz terjatuh saat bermain. Namun karena tak ingin merepotkan orang tuanya, ia memilih diam selama hampir tiga bulan. Hingga suatu hari, sang ibu, Bu Marwiah, menyadari lutut putranya tiba-tiba membengkak.


  Awalnya Mahfudz dibawa berobat ke tukang urut karena keluarga mengira hanya luka bengkak biasa. Namun rasa sakit justru semakin menjadi. Mahfudz kemudian dibawa ke rumah sakit di Banten dan menjalani pemeriksaan rontgen. Dokter sempat menduga tulangnya retak, tetapi setelah pemeriksaan lebih lanjut, Mahfudz dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Di sanalah keluarga menerima kenyataan pahit bahwa Mahfudz mengidap kanker tulang.


  Sudah hampir enam bulan Mahfudz berjuang melawan penyakitnya. Benjolan di lututnya terus membesar hingga membuatnya tak mampu lagi menggerakkan kaki. Rasa nyeri yang dirasakan juga semakin hebat.


  "Kaki kirinya sampai nggak mau berhenti bergerak, terus gemetar. Karena Mahfudz sering kesakitan, saya terpaksa terus mijitin kaki kirinya supaya rasa pegalnya sedikit berkurang," tutur Pak Sayudi dengan mata berkaca-kaca.


  Pak Sayudi, sang ayah, hanya bekerja sebagai buruh tani serabutan. Sesekali ia mendapat pekerjaan mengurus ternak lele dengan upah yang tak menentu. Mereka tinggal di sebuah kampung pelosok di Banten, sehingga setiap kali harus berobat ke Jakarta, keluarga juga harus memikirkan biaya transportasi, tempat tinggal sementara, dan berbagai kebutuhan penunjang pengobatan.


  Kini Mahfudz harus menjalani pengobatan lanjutan berupa kemoterapi dan operasi agar peluangnya untuk sembuh tetap ada. Namun perjuangan itu tak mudah bagi keluarganya.


  Di tengah perjuangan itu, Bu Marwiah juga sedang mengandung calon anak kelimanya. Mahfudz merupakan anak pertama, sementara kedua adiknya kini dititipkan kepada sang nenek agar orang tua mereka bisa mendampingi Mahfudz menjalani pengobatan. Bu Marwiah juga pernah mengalami keguguran, sehingga kehamilan kali ini membutuhkan perhatian lebih.


  Kini, satu-satunya penghalang agar Mahfudz bisa terus berobat hanyalah keterbatasan ekonomi. Keluarga berharap Mahfudz dapat menjalani kemoterapi, operasi, serta memenuhi kebutuhan akomodasi dan penunjang kesehatan selama proses pengobatan.


  Mari bersama ringankan perjuangan Mahfudz. Uluran tangan dan doa terbaik dari Sahabat kebaikan semua akan menjadi harapan agar Mahfudz bisa kembali tersenyum, bebas dari rasa sakit, dan suatu hari nanti kembali berlari bersama teman-temannya.


  Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk segala kebutuhan pengobatan Mahfudz, serta kebutuhan lainnya. Apabila terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan Penerima manfaat dan Program lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id