Sudah 2 Kali Operasi Jantung Nabila Masih Berjuang untuk Sembuh

Di usia ketika anak lain mulai belajar berjalan dan berlarian, Nabila (3 Tahun) hanya mampu duduk sebentar. Tubuh kecilnya mudah lelah hingga Bu Siti harus kembali menggendongnya.
Nabila diketahui mengidap penyakit jantung bawaan sejak usia 8 bulan. Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, ia didiagnosis VSD-PS + Post R-BT Shunt + Patent R-BT Shunt + Post VSD Closure + PS Repair + Malnutrisi atau dalam istilah umum adalah Penyakit Kebocoran Jantung Bawaan dan Malnutrisi.
Operasi sebenarnya dianjurkan saat Nabila berusia 1 tahun. Namun karena keluarga belum siap secara mental dan ekonomi, tindakan baru mampu dijalani ketika usianya 1 tahun 9 bulan.
Sebelum operasi, kondisi Nabila cukup berat. Saat sakit, beberapa bagian tubuhnya membengkak, bahkan ujung jarinya tampak membiru. Kini Nabila sudah melewati 2 tahap operasi jantung. Namun perjuangannya belum selesai.
Nabila masih harus kontrol 2 kali setiap bulan dari Bogor ke rumah sakit di Jakarta dan dianjurkan menjalani operasi lanjutan untuk memastikan kondisi jantungnya setelah operasi kedua. Sekali kontrol membutuhkan biaya operasional sekitar Rp500 ribu.
Malnutrisi juga masih menjadi perhatian. Dokter menganjurkan susu untuk membantu kebutuhan nutrisi Nabila, tetapi sejak selesai operasi, keluarga belum mampu membelinya kembali.
“Emang kata dokter susu tuh bagus buat Nabila... harus malah. Cuma ya gimana...” tutur Bu Siti.
Di tengah perjuangan Nabila, ada Hilman (7), kakaknya, yang juga membutuhkan penanganan medis. Hilman didiagnosis tuna rungu, tuna wicara, dan epilepsi setelah mengalami kejang dan tidak merespons ketika dipanggil. Namun pemeriksaan menyeluruhnya belum dapat dilakukan karena saat itu kondisi Nabila lebih mendesak.
“Pernah waktu Nabila harus kontrol, terus tiga harinya lagi Hilman harus ke dokter juga... itu kondisinya gak punya uang sama sekali. Makan aja sampai minta ke Umi...”
Untuk operasi Nabila, keluarga sudah meminjam kepada kerabat dan tempat kerja Pak Jalal. Pinjaman itu belum seluruhnya selesai hingga mereka tak berani kembali menambah utang.
Pak Jalal bekerja sebagai buruh sarang walet dengan penghasilan tak menentu. Bu Siti ikut berjualan minuman dan jajanan dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu sehari. Meski menggunakan BPJS, ongkos perjalanan, nutrisi khusus, alat bantu dengar, dan kebutuhan kesehatan lainnya tetap harus mereka perjuangkan.
“Harapannya sih Nabila baik-baik aja, Hilman juga baik-baik aja...”
Sahabat Kebaikan. Mari bantu Nabila melanjutkan penanganan jantungnya dan bantu Hilman mendapatkan pemeriksaan serta kebutuhan kesehatan yang selama ini tertunda.
Disclaimer: Donasi ini akan digunakan untuk Memenuhi semua kebutuhan penunjang pengobatan Nabila dan Hilman, selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
