Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bu Karmanah Berjuang Sendiri untuk Kesembuhan Panji

Bu Karmanah Berjuang Sendiri untuk Kesembuhan Panji

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
Sudah Berakhir
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“Ada saja orang yang menghina anak saya, perutnya aneh, dibilang kurang gizi. Kadang saya iri melihat anak lain yang terlahir normal. Tapi apa pun itu, saya akan berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhan Panji,” ujar Ibu Karma.


  Ujian seakan datang bertubi-tubi dalam kehidupan Bu Karmanah. Air matanya belum kering karena anak yang selama ini ditunggu terlahir istimewa. Ia dan sang suami dulu berjuang bersama mencari biaya pengobatan untuk Panji. Namun, pada 26 Maret 2026 yang lalu, sang suami meninggal dunia karena sakit.


  Kini Bu Karmanah berjuang seorang diri menjadi tulang punggung keluarga demi biaya pengobatan Panji, yang terlahir dengan kondisi usus berada di luar perut (exomphalos/omphalocele).


“Saya berjanji pada almarhum suami, Panji pasti sembuh. Akan tumbuh seperti anak normal lainnya,” ungkap Bu Karma sambil menangis.


  Panji yang kini berusia 1,5 tahun harus menahan rasa sakit luar biasa akibat benjolan besar di perutnya. Setiap hari ia merasakan ketidaknyamanan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


  Penghasilan Bu Karma dari berjualan gorengan keliling tak lebih dari Rp20.000 per hari—hanya cukup untuk makan seadanya. Sementara kebutuhan berobat Panji tak pernah tercukupi. Kendala terbesarnya adalah ongkos berobat dan pembelian susu formula khusus. Karena tinggal di pelosok desa, Bu Karma harus menyiapkan sekitar Rp300.000 untuk sekali kontrol ke rumah sakit di Kota Tasik. Jika dirujuk ke rumah sakit besar di Kota Bandung, ia harus menyiapkan sekitar Rp1.500.000.


“Untuk biaya berobat, kadang saya pinjam ke tetangga atau saudara. Soalnya di rumah sudah tidak ada barang yang bisa dijual lagi,” tuturnya.


  Saat ini Panji sedang menunggu jadwal operasi. Dokter menyarankan Panji mengonsumsi susu formula khusus agar berat badannya ideal saat operasi nanti. Namun hingga kini, susu tersebut belum pernah terbeli karena keterbatasan biaya.


  Meski Bu Karma bekerja tanpa henti, penghasilannya tetap tak sebanding dengan kebutuhan pengobatan dan kebutuhan harian.


  Di lubuk hatinya yang paling dalam, Bu Karma hanya berharap Panji bisa sembuh dan mendapatkan pengobatan yang tuntas, agar kelak ia dapat tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.


  Sahabat Kebaikan, begitu berat perjuangan yang dihadapi Bu Karmanah. Maukah kita bersama-sama mewujudkan harapan dan meringankan bebannya?.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan Panji dan kebutuhan mendesak lainnya. Sebagian juga akan digunakan untuk implementasi program serta membantu penerima manfaat lain di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Alhamdulillah, Campaign Telah Selesai

Terkumpul Rp 0 dari 0 donatur. Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id