Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Bayi Rayyanza Sembuh dari Kelainan Sejak Lahir

Bantu Bayi Rayyanza Sembuh dari Kelainan Sejak Lahir

Rp 20.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
73 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Seharusnya di usia 5 bulan, seorang bayi mulai belajar tersenyum, tertawa, dan menikmati hangatnya pelukan orang tua. Namun, tidak dengan Dek Rayyanza.


  Sejak detik pertama dilahirkan, Rayyanza justru harus berjuang untuk bernapas. Tubuh mungilnya mengalami sesak napas hingga dokter harus segera membawanya ke ruang ICU. Hari-hari pertama kehidupannya dihabiskan dengan selang dan alat bantu napas, bukan di pelukan hangat sang ibu. Meski akhirnya diperbolehkan pulang, perjuangan itu belum berakhir.


  Hingga hari ini, ia masih harus menggunakan oksigen setiap hari agar dapat bernapas dengan lebih baik. Di usianya yang baru 5 bulan, ia juga harus rutin minum obat, menjalani kontrol kejang, serta bolak-balik ke rumah sakit untuk memantau kondisinya.


  Dokter mendiagnosa congenital malformation of corpus callosum atau mengalami cacat lahir langka di mana pita tebal serabut saraf yang menghubungkan belahan otak kiri dan kanan gagal berkembang sepenuhnya atau sebagian selama pertumbuhan embrio. Selain itu, dokter juga menyarankan pemeriksaan genetic screening untuk memastikan apakah Rayyanza mengalami Down Syndrome atau kelainan genetik lainnya. Namun, biaya pemeriksaan tersebut mencapai sekitar Rp10 juta, jumlah yang mustahil dipenuhi keluarganya saat ini.


  Di balik semua perjuangan itu, ada satu kejadian yang terus membekas di hati Bu Regina, ibunda dari Rayyanza. Suatu hari, ketika ia mengalami sesak napas yang cukup berat, tabung oksigen yang sedang digunakannya harus dikembalikan kepada tetangga karena pemiliknya juga sedang membutuhkan. Bu Regina hanya bisa panik dan menangis melihat anaknya kesulitan bernapas, sementara dirinya tidak memiliki tabung oksigen sendiri.Sebagai seorang ibu, rasa tidak berdaya itu begitu menyakitkan.


  "Saya bukan ingin punya rumah besar atau kendaraan baru. Saya hanya ingin anak saya punya tabung oksigen sendiri. Supaya kalau sesaknya datang, saya tidak lagi kebingungan harus meminjam ke sana-sini."ungkapnya.



  Bapak Daffah sang ayah, bekerja sebagai pengangkut gas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara Bu Regina sepenuhnya mendampingi Rayyanza di rumah dan di rumah sakit. Penghasilan keluarga habis untuk biaya hidup, sehingga kebutuhan pengobatan dan alat medis yang masih jauh dari kata cukup.


  Sahabat Kebaikan, setiap detik napas Rayyanza adalah perjuangan. Mari bantu wujudkan harapan sederhana seorang ibu agar buah hatinya memiliki tabung oksigen sendiri dan dapat menjalani pengobatan yang dibutuhkan. Berapa pun bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Rayyanza untuk terus bertahan dan tumbuh.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan pengobatan Rayyanza dan kebutuhan lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id