Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Kakak Beradik Yang Mengidap Penyakit Langka

Bantu Kakak Beradik Yang Mengidap Penyakit Langka

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
91 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Gak apa-apa meskipun keadaan saya begini, yang penting anak-anak saya bisa terus berobat sampai sembuh.”


  Itulah keteguhan hati Bu Fitri, seorang ibu yang tak pernah berhenti berjuang demi kedua putranya, Zayn (8 tahun) dan Sauqi (5 tahun). Di balik harapannya, tersimpan perjuangan berat karena kedua anaknya mengidap penyakit genetik langka bernama Sindrom Menkes, yang memengaruhi sistem saraf serta tumbuh kembang dan kemampuan tubuh dalam mengatur tembaga (Tubuh gagal mendistribusikan tembaga ke aliran darah dan menumpuk di usus dan ginjal).

  Bagi Bu Fitri, melihat kedua anaknya berjuang melawan penyakit bukanlah hal yang mudah. Terlebih, ia pernah kehilangan anak pertamanya akibat radang selaput otak. Pengalaman pahit itu membuatnya semakin takut kehilangan buah hati yang kini berada dalam pelukannya. Sejak saat itu, Bu Fitri bertekad melakukan segala cara agar Zayn dan Sauqi tetap mendapatkan pengobatan.


  Perjuangan ini bermula ketika Zayn masih kecil. Saat berusia sekitar 3 tahun, Zayn mulai sering terlihat diam, lemas, dan mengalami demam. Khawatir dengan kondisi anaknya, Bu Fitri membawanya ke puskesmas hingga akhirnya dirujuk ke RSUI Depok. Setelah menjalani pemeriksaan, Zayn diketahui mengidap Sindrom Menkes, penyakit langka yang memengaruhi perkembangan saraf dan kemampuan tubuh dalam mengatur tembaga.

  Tak lama kemudian, kekhawatiran Bu Fitri kembali bertambah. Sejak lahir, Sauqi anak keduanya juga sudah menunjukkan tanda-tanda kelainan pada kepalanya. Kepalanya terlihat seperti ada bando yang menonjol. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan bahwa Sauqi mengidap penyakit yang sama seperti kakaknya.


  Kini, Zayn dan Sauqi harus menjalani hari-hari dengan kondisi kesehatan yang tidak mudah. Keduanya kerap mengalami demam dan kejang, serta memiliki gangguan penglihatan dan pendengaran. Mereka juga membutuhkan perhatian khusus dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Zayn kini bersekolah di SLB, sedangkan Sauqi belum bisa bersekolah.

  Hingga saat ini, mereka harus rutin kontrol ke rumah sakit dan mengonsumsi obat-obatan untuk membantu menjaga kondisi mereka. Bahkan, setiap bulan Bu Fitri harus menginap di rumah sakit demi memastikan kedua anaknya mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.


  Namun, perjuangan itu tidaklah mudah. Suami Bu Fitri, Pak Riza, bekerja sebagai pengemudi ojek online. Setiap hari ia berangkat dari pagi hingga malam demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan kedua anaknya. Penghasilannya yang terbatas sering kali tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan Zayn dan Sauqi. Pak Riza pun jarang bisa mengantar anak-anaknya ke rumah sakit karena jika harus meninggalkan pekerjaannya, penghasilannya akan semakin berkurang.


  Di sisi lain, Bu Fitri harus berjuang sendiri mendampingi anak-anaknya menjalani pengobatan. Berbagai cara sudah mereka lakukan. Motor yang biasa digunakan untuk menunjang kehidupan keluarga terpaksa dijual. Mas kawin pun ikut dilepaskan demi biaya pengobatan. Mereka bahkan pernah meminjam uang dari bank keliling hingga pinjaman online.

  Semua dilakukan karena Bu Fitri dan Pak Riza tidak ingin pengobatan kedua anaknya terhenti. Namun, hingga kini, beban utang itu masih harus mereka bayar, sementara kebutuhan berobat Zayn dan Sauqi terus berjalan.

  Di tengah keterbatasan, Bu Fitri tidak sendirian. Ia dibantu oleh sang ibu yang sehari-hari membuka warung kecil di rumah. Sang nenek turut menjaga cucu-cucunya ketika Bu Fitri harus membawa salah satu anaknya ke rumah sakit.

  “Kalau Zayn ke RS, saya yang jaga Sauqi. Kalau Sauqi ke RS, saya yang jagain Maliq,” ujar sang nenek.


  Dukungan keluarga menjadi kekuatan bagi Bu Fitri untuk terus bertahan. Meski lelah dan sering kali harus memikirkan biaya yang tidak sedikit, ia tetap berusaha tegar. Bu Fitri hanya ingin kedua anaknya mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan dan memiliki kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik.

  Sahabat kebaikan. Beban yang ditanggung keluarga ini terlalu berat jika harus dipikul sendirian. Di saat Pak Riza terus bekerja dari pagi hingga malam, Bu Fitri berusaha menjaga harapan agar kedua putranya tetap mendapatkan perawatan.

  Saat ini, bantuan sangat dibutuhkan untuk biaya transportasi dan akomodasi menuju rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, susu formula, popok, serta kebutuhan penunjang kesehatan lainnya.

  Mari, bersama-sama ringankan perjuangan Bu Fitri dan Pak Riza. Bantuan yang kita berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengobatan Zayn dan Sauqi, sehingga mereka bisa terus menjalani kontrol dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka.

  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk segala kebutuhan pengobatan Zayn dan Sauqi serta kebutuhan lainnya. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id