Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign 80 Persen Tubuh Penuh Benjolan, Siti Dijauhi
Foto campaign 80 Persen Tubuh Penuh Benjolan, Siti Dijauhi

80 Persen Tubuh Penuh Benjolan, Siti Dijauhi

Rp 3.680.000Terkumpul dari Rp 80.000.000
Sudah Berakhir
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

80% Tubuh Penuh Benjolan, Siti Sering Disebut “Monster”

“Dari kecil aku sudah nggak punya teman.

Bapak Ibu sudah meninggal, aku nggak punya siapa-siapa lagi.

   Sekarang dijauhi tetangga, bahkan sering disebut monster…” lirih Bu Siti sambil menangis.

  Selama puluhan tahun, Bu Siti (46 tahun) hidup dalam penderitaan yang tak banyak orang sanggup bayangkan. Bukan hanya sakit fisik, tapi juga luka batin yang terus menggerogoti hatinya.


Penyakit yang Terus Menyebar Sejak 33 Tahun Lalu

  Semua bermula 33 tahun lalu, ketika benjolan kecil muncul di kaki Bu Siti. Awalnya ia tak menyangka apa pun. Namun benjolan itu terus membesar dan tak pernah ditangani dengan layak.


  Perlahan, benjolan tersebut menyebar ke tangan, wajah, hingga hampir seluruh tubuhnya.

  Kini, Bu Siti mengidap tumor neurofibromatosis—penyakit yang membuat benjolan tumbuh di hampir setiap bagian tubuhnya. Tak ada satu pun bagian tubuhnya yang benar-benar selamat.


  Yang paling parah adalah kaki kanan Bu Siti. Ukurannya terus membengkak, menghitam, tampak seperti hampir pecah. Setiap kali kambuh, benjolan itu terasa gatal, panas, dan sangat menyakitkan.


Kadang Bu Siti masih bisa menahan.

  Namun sering kali rasa sakit itu tak tertahankan, hingga ia terpaksa menggaruk—membuat benjolan pecah, bernanah, dan mengeluarkan bau tak sedap.

  “Saya ingin sembuh. Saya takut kaki saya pecah dan saya jadi lumpuh. Saya ingin bisa berobat…”


Sendirian, Dijauhi, dan Bertahan Seadanya

  Bu Siti sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Ayah dan ibunya telah meninggal dunia. Ia hidup sendirian, tanpa keluarga, tanpa sandaran.


  Dengan kondisi tubuh yang penuh benjolan, Bu Siti sulit mendapatkan pekerjaan. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah berjualan mainan keliling di sekolah-sekolah.

Namun dagangannya sering tak laku.

Anak-anak takut mendekat.

Bau dari luka yang bernanah sudah tercium bahkan dari kejauhan.

  Dalam sehari berkeliling, penghasilan Bu Siti paling banyak hanya Rp15.000. Jumlah itu bahkan tak cukup untuk makan, apalagi untuk berobat.


Operasi dan Pengobatan adalah Harapan Terakhir

  Padahal kondisi Bu Siti sudah sangat darurat. Ia harus segera menjalani operasi, kemoterapi, dan rangkaian perawatan medis lainnya sebelum benjolan-benjolan itu pecah dan menyebar ke organ dalam—yang bisa mengancam nyawanya.


  Namun bagi Bu Siti, biaya pengobatan itu terasa seperti mimpi yang terlalu jauh untuk diraih.

Mari Jadi Harapan untuk Bu Siti

#OrangBaik, hari ini kita bisa menjadi keluarga bagi Bu Siti.

  Di tengah kesendirian dan sakit yang ia tanggung sendirian, uluran tangan kita bisa menjadi penyelamatnya.


Mari temani Bu Siti berjuang mewujudkan mimpinya yang sangat sederhana:

bisa berobat dan hidup normal seperti orang lain.

Cara Berdonasi:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang!”
  2. Masukkan nominal donasi terbaik
  3. Pilih metode pembayaran (Dompet Kebaikan, GoPay, DANA, ShopeePay, LinkAja, Jenius Pay, BCA, BNI, BNI Syariah, BRI, Mandiri, Mandiri Syariah, atau kartu kredit)
  4. Dapatkan laporan donasi melalui email

Tak ada kebaikan yang terlalu kecil.

Setiap rupiah yang Anda titipkan adalah harapan hidup bagi Bu Siti

Alhamdulillah, Campaign Telah Selesai

Terkumpul Rp 3.680.000 dari 0 donatur. Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi.

Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id