Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Kakek 80 Tahun Korban Penipuan Terancam Kehilangan Rumahnya

Kakek 80 Tahun Korban Penipuan Terancam Kehilangan Rumahnya

Rp 10.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
178 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Di saat banyak lansia menikmati masa tua bersama keluarga, Abah Yayat yang berusia 80 tahun justru harus berjalan kaki lebih dari 5 kilometer setiap hari untuk membayar utang yang bukan sepenuhnya kesalahannya.


  Abah Yayat adalah seorang lansia berusia 80 tahun yang sehari-hari mencari nafkah dengan menjual atap anyaman tradisional. Sudah hampir 20 tahun beliau menekuni pekerjaan ini sejak menikah dengan istrinya.


  Setiap hari, setelah menunaikan salat Subuh, Abah berangkat berkeliling kampung hingga ke daerah-daerah sekitar. Dengan langkah yang sudah tidak lagi sekuat dulu, beliau berjalan kaki membawa anyaman atap untuk dijual dari rumah ke rumah. Karena beratnya beban yang harus dipikul, Abah hanya mampu membawa sekitar 3 hingga 5 lembar atap anyaman dalam sekali perjalanan.




  Satu lembar atap anyaman yang beliau jual hanya dihargai sekitar Rp3.000. Jika dagangannya tidak laku, Abah pulang tanpa membawa penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


  Selain berjualan anyaman atap, Abah juga bekerja sebagai buruh tani di sawah atau ladang milik warga. Namun pekerjaan itu tidak selalu ada. Saat tidak mendapat panggilan bekerja, beliau kembali mengandalkan hasil berjualan anyaman untuk menyambung hidup.


  Di usia senjanya, perjuangan Abah seharusnya mulai berkurang. Namun takdir berkata lain.


  Beberapa waktu lalu, Abah menjadi korban penipuan oleh seseorang yang dikenalnya. Dengan berbagai bujuk rayu dan janji bahwa Abah tidak akan dibebani pembayaran apa pun, pelaku mengajak Abah mengajukan pinjaman bank menggunakan KTP dan sertifikat rumah milik Abah sebagai jaminan.




  Pelaku menjanjikan hasil pinjaman akan dibagi berdua dan seluruh kewajiban pembayaran akan ditanggung bersama. Karena percaya dan tidak memahami risiko yang ada, Abah mengikuti ajakan tersebut.


  Namun setelah pinjaman sebesar Rp36.000.000 cair, pelaku justru membawa kabur uang tersebut dan menghilang tanpa kabar.


  Kini seluruh tanggung jawab pembayaran utang dibebankan kepada Abah Yayat seorang diri.


  Setiap bulan, Abah harus berjuang mencari uang untuk membayar cicilan bank yang mencapai sekitar Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 per bulan dengan tenor selama 35 bulan. Jumlah yang sangat besar bagi seorang lansia yang hanya mengandalkan hasil berjualan atap anyaman dan pekerjaan serabutan sebagai buruh tani.




  Abah memiliki delapan orang anak. Tujuh di antaranya telah berkeluarga, namun kondisi ekonomi mereka juga masih serba terbatas. Saat ini Abah tinggal bersama anak bungsunya, sementara sang istri harus merantau bekerja ke kota demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.


  Setiap hari, Abah tetap berjalan menyusuri jalanan desa. Bukan karena ingin mengumpulkan tabungan atau menikmati masa produktif, melainkan karena takut tidak mampu membayar cicilan yang terus berjalan dan khawatir kehilangan rumah yang menjadi satu-satunya tempat berteduh.


Mari bersama-sama meringankan beban Abah Yayat.


Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi Abah Yayat.


  Karena tidak seharusnya seorang kakek berusia 80 tahun menghabiskan masa tuanya dengan berjalan kaki berkilometer-kilometer setiap hari hanya untuk membayar utang akibat menjadi korban penipuan.


Mari bantu Abah Yayat mendapatkan kembali ketenangan di masa senjanya.

Klik 'Donasi Sekarang' dan bantu sebarkan kisah Abah Yayat agar semakin banyak orang baik yang tergerak membantu.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id