Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tolong Zulfa Tetap Sekolah, Adik Menderita Kusta dan Down Syndrome

Tolong Zulfa Tetap Sekolah, Adik Menderita Kusta dan Down Syndrome

Rp 128.839.100Terkumpul dari Rp 150.000.000
Sudah Berakhir
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Aku ingin terus sekolah, kak… tapi kalau aku sekolah aku gak bisa bantu Ayah sama Ibu…” (Zulfa, 13 tahun)


  Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan canda di sekolah, Zulfa, gadis kecil berusia 13 tahun yang kini duduk di bangku SMP, justru harus memikul tanggung jawab yang terlalu besar untuk usianya. Ia bukan hanya seorang pelajar, tapi juga kakak bagi adiknya sekaligus penopang kecil bagi keluarganya yang tengah berjuang keras melawan hidup.




  Setiap pagi, Zulfa berangkat ke sekolah sambil menggendong adiknya yang masih berusia satu tahun, Zyandra. Bayi mungil itu menderita kista di kepala dan juga mengidap Down Syndrome, dua penyakit berat yang membuat tubuh kecilnya sering lemah, bahkan kadang menangis tanpa henti karena rasa nyeri yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


  Ia membawa Zyandra ke sekolah karena tak ada yang bisa menjaga di rumah, ibunya harus bekerja sebagai buruh cuci di rumah orang, dan ayahnya bekerja serabutan apa saja, mulai dari kuli bangunan hingga memulung barang bekas, tergantung siapa yang membutuhkan tenaganya hari itu. Kondisi pekerjaan orangtuanya itulah yang membuat mereka tidak memungkinkan membawa anak bungsunya sehingga ia harus dititipkan pada Zulfa.


  Kadang, jika Zyandra rewel di tengah pelajaran, Zulfa memilih keluar kelas dan menenangkannya di bawah pohon sekolah. Meski begitu, ia tak pernah marah atau mengeluh.




"Saya kasihan liat adik saya yang kesakitan, saya cuma ingin dia sembuh."


  Kedua orang tua Zulfa dan Zyandra hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Penghasilan mereka sebagai buruh serabutan tidak menentu. kadang ada, kadang tidak sama sekali. Sementara biaya pengobatan Zyandra terus membengkak.


  Setiap kali kistanya membesar, kepala Zyandra terasa panas, dan tubuhnya kejang. Namun, untuk membawa Zyandra ke rumah sakit, mereka sering kali harus menunggu berhari-hari agar bisa meminjam uang jika uang penghasilan dari ibu, ayah, dan Zulfa masih tidak mencukupi untuk pengobatan Zyandra.


  Di tengah keterbatasan itu, Zulfa berusaha ikut meringankan beban keluarganya. Ia berjualan makanan ringan di sekolah yaitu keripik kecil, permen, dan jajanan sederhana yang ia bawa dalam kantong plastik. Kadang hasilnya hanya cukup untuk membeli beras satu liter atau sekantong popok untuk adiknya. Namun untuk anak seusia Zulfa ia lebih dewasa dibanding anak seusianya.




  Zulfa adalah anak yang cerdas. Gurunya bahkan mengatakan ia selalu menjadi salah satu murid terbaik di kelasnya. Namun belakangan, ia sering absen karena harus membantu mencari nafkah untuk tambahan biaya berobat adiknya. Padahal di lubuk hatinya, Zulfa punya mimpi besar yaitu ia ingin menjadi dokter anak, agar Zulfa bisa menyembuhkan adiknya dan anak-anak lain yang sakit namun terhalang biaya seperti Zyandra.


  Tapi kenyataan membuatnya berpikir untuk berhenti sekolah demi membantu keluarga.


  #TemanBaik, mari ini kita bisa menjadi bagian dari harapan Zulfa dan keluarganya. Setiap rupiah yang kita sisihkan bisa membantu:

✅ Biaya pengobatan dan pemeriksaan lanjutan untuk Zyandra

✅ Nutrisi tambahan dan kebutuhan harian untuk keluarga

✅ Bantuan pendidikan agar Zulfa tetap bisa melanjutkan sekolah

✅ Dukungan finansial bagi kedua orang tuanya agar tetap bisa bertahan hidup


  Tanpa bantuan, Zyandra mungkin tidak akan mendapatkan penanganan medis yang ia butuhkan, dan Zulfa bisa kehilangan masa depannya karena terpaksa berhenti sekolah. Jangan biarkan hal itu terjadi. Mari bersama wujudkan harapan kecil Zulfa.


Klik DONASI SEKARANG untuk membantu Zulfa dan adiknya Zyandra.

  Bagikan kisah ini ke media sosial agar semakin banyak orang yang tahu dan tergerak membantu.


!!! Disclaimer Penggunaan Dana !!!

Seluruh dana yang terkumpul dari penggalangan ini akan digunakan untuk kebutuhan pengobatan dan perawatan Zyandra, dukungan nutrisi dan keseharian keluarga, serta biaya pendidikan bagi Zulfa agar tetap bisa bersekolah.


Apabila dana yang terkumpul melebihi kebutuhan, kelebihannya akan disalurkan kepada penerima manfaat lain di bawah naungan Yayasan Ruang Kebaikan Indonesia, secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.



Alhamdulillah, Campaign Telah Selesai

Terkumpul Rp 128.839.100 dari 0 donatur. Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi.

Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id