Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Tak Bisa Bicara Bu Rita Bertahan Seorang Diri Lewat Mesin Jahit

Tak Bisa Bicara Bu Rita Bertahan Seorang Diri Lewat Mesin Jahit

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
76 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Rumah sederhana itu kini terasa begitu sepi. Sudah hampir 10 tahun berlalu sejak kedua orang tua Bu Rita (47 Tahun) meninggal dunia. Sejak saat itu, Bu Rita harus menjalani hidup seorang diri di rumah peninggalan mereka.


  Tak ada lagi sosok yang menyambutnya setiap pagi, menemani makan, atau menguatkannya ketika menghadapi kesulitan. Sebagai seorang penyandang tuna wicara, Bu Rita tak mampu mengungkapkan rasa rindu yang begitu dalam melalui kata-kata. Namun, setiap kali melihat foto atau sudut-sudut rumah kecil tua yang penuh kenangan, air matanya tak mampu terbendung. Ia sangat merindukan kedua orang tuanya yang selama ini menjadi tempat bergantung dan satu-satunya keluarga yang selalu memahami dirinya.


  Meski hidup dalam keterbatasan, Bu Rita memilih untuk tidak menyerah. Demi bisa mandiri, ia belajar menjahit di sebuah SLB di Wonosobo. Keterampilan itulah yang kini menjadi satu-satunya sumber penghasilannya. Ia menerima jahitan dari warga sekitar dengan penuh ketelitian. Namun, perjuangannya tidak selalu dihargai. Karena tidak bisa berbicara, Bu Rita kerap dipandang sebelah mata. Bahkan, ada pelanggan yang tega membawa pulang hasil jahitannya tanpa membayar, memanfaatkan kondisi Bu Rita yang kesulitan memperjuangkan haknya.


  Mesin jahit yang digunakannya pun kini sudah tua dan sering mengalami kerusakan. Di balik segala kesulitan itu, Bu Rita masih menyimpan harapan sederhana. Ia ingin memiliki mesin jahit yang baru agar tetap bisa bekerja, serta membuka usaha kecil berjualan jus di depan rumah untuk menambah penghasilan dan mengisi hari-harinya yang sepi.


  Hari-hari Bu Rita kini dipenuhi kesunyian. Ia memasak sendiri, membersihkan rumah sendiri, dan menjalani segala aktivitas tanpa ada tempat bercerita. Sesekali rasa sepi membuatnya termenung lama. Ia hanya bisa memendam perasaan yang sulit diungkapkan, berharap kedua orang tuanya masih ada untuk menemaninya melewati hari-hari yang berat.


  Sahabat kebaikan, mari menjadi keluarga baru bagi Bu Rita. Uluran tangan dan kepedulian dari sahabat semua akan membantu Bu Rita bangkit, terus berkarya, dan menjalani hidup dengan lebih layak. Semoga kebaikan yang diberikan menjadi penguat bagi Bu Rita bahwa ia tidak benar-benar sendiri menghadapi kehidupan ini.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Bu Rita. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id