Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Di Usia 77 Tahun Mak Sien Masih Keliling Jualan Gorengan

Di Usia 77 Tahun Mak Sien Masih Keliling Jualan Gorengan

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
75 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

"Kalau Mak masih kuat jalan, Mak masih mau jualan."


  Kalimat sederhana itu selalu dipegang Mak Sien, seorang lansia berusia 77 tahun yang hingga hari ini masih mendorong gerobak gorengan berkeliling kampung setiap sore. Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat, Mak Sien justru masih harus berjuang demi bisa makan dan bertahan hidup.


  Sejak pukul 4 sore hingga malam hari, Mak Sien berkeliling menjajakan aneka gorengan seperti lumpia, martabak, perkedel, siomay goreng, dan camilan lainnya. Dulu, hasil jualannya masih cukup untuk menyambung hidup. Namun kini, harga kebutuhan pokok yang terus naik membuat pembeli semakin sepi. Sering kali dagangannya hanya terjual sedikit.


  Keuntungan yang diperoleh sekitar Rp100.000–Rp200.000 setiap hari pun bukan sepenuhnya menjadi milik Mak Sien. Sebagian besar harus diputar kembali untuk membeli bahan dagangan esok hari. Dari sisa yang sangat sedikit itulah Mak berusaha memenuhi kebutuhan makan, membayar ongkos berobat, hingga membeli obat.


  Perjuangan Mak Sien semakin berat karena tubuhnya sudah tidak lagi sekuat dulu. Ia memiliki riwayat penyakit jantung dan hingga kini masih harus rutin berobat serta mengonsumsi obat. Saat nyeri dada kambuh, Mak terpaksa berhenti berjualan. Jika tidak berjualan, tidak ada penghasilan yang bisa dibawa pulang.


  Tak jarang, ketika obat dari rumah sakit habis sementara uang untuk kontrol belum ada, Mak hanya mampu membeli obat warung seadanya. Beruntung masih ada beberapa warga sekitar yang sesekali memberikan sembako agar Mak tetap bisa makan, karena kini ia tinggal seorang diri.


  Cobaan lain juga pernah datang ketika gerobak tua yang menjadi sumber penghidupannya rusak akibat terserempet sepeda motor. Meski demikian, Mak tetap berusaha memperbaikinya agar bisa kembali berjualan. Bahkan hingga sekarang, Mak masih memiliki utang kepada tetangganya untuk modal usaha.


  Suami Mak Sien telah meninggal dunia saat pandemi COVID-19. Anaknya kini telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak, sehingga hanya sesekali dapat membantu karena juga harus memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri.


  Mak Sien seharusnya dapat menikmati masa tua dengan tenang. Namun keadaan memaksanya tetap berjalan kaki mendorong gerobak setiap hari demi mempertahankan hidup. Meski tubuhnya renta dan kesehatannya terus menurun, Mak tidak pernah menyerah. Harapan Mak hanya satu: tetap bisa berjualan selama masih diberi kekuatan.


  Sahabat Kebaikan, mari kita ringankan perjuangan Mak Sien. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari, biaya berobat, pembelian obat, melunasi utang modal usaha, serta memperbaiki dan menunjang usaha kecil yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan Mak.


  Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi harapan besar bagi Mak Sien untuk menjalani hari-harinya dengan lebih tenang.


  Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Mak Sien. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id