Lansia Bongkok Ini Masih Berjualan Demi Menyambung Hidup

"Selama Mak masih diberi kekuatan, Mak akan terus berusaha. Tuhan pasti buka jalan."
Kalimat itu selalu menjadi pegangan hidup Mak Theng Swan Nio, atau yang akrab disapa Mak Swan, seorang nenek berusia 71 tahun yang tetap bekerja meski tubuhnya telah renta dan punggungnya semakin membungkuk dimakan usia.
Setiap pagi, sejak pukul 8 hingga sekitar pukul 2 siang atau sampai dagangannya habis, Mak Swan mengayuh sepeda tuanya berkeliling menjajakan nasi, oyek, jus, dan berbagai makanan lainnya. Makanan yang dijual bukan hasil masakannya sendiri, melainkan dibeli dari orang lain untuk kemudian dijual kembali agar memperoleh sedikit keuntungan.
Dalam sehari, ia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp100.000. Namun uang itu tidak sepenuhnya bisa dibawa pulang. Sebagian besar harus digunakan untuk membayar utang modal usaha dan membeli kembali dagangan untuk esok hari. Sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, membayar listrik, dan biaya rumah yang sudah lama membutuhkan perbaikan.
Meski penghasilannya sering kali tidak mencukupi, beliau tidak pernah kehilangan harapan. Ia selalu percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan tulus akan membuahkan hasil. Di sela-sela perjuangannya, masih ada orang-orang baik yang terkadang memberikan uang lebih saat membeli dagangannya, bahkan sesekali Mak menerima nasi bungkus dari program Jumat Berkah. Bantuan-bantuan kecil itu menjadi penyemangat agar Mak tetap bertahan.
Perjalanannya mencari nafkah pun tidak selalu mudah. Suatu hari, saat sedang berjualan, ia pernah ditabrak hingga stang sepedanya bengkok. Orang yang menabraknya pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab. Syukurlah ia tidak mengalami luka serius. Melihat kondisi itu, seorang tukang bengkel sepeda di pinggir jalan dengan sukarela memperbaiki sepeda Mak Swan tanpa meminta imbalan, sehingga ia bisa kembali berjualan.
Di rumah sederhana yang mulai bocor saat hujan turun, beliau tinggal bersama anak perempuannya. Sejak suaminya meninggalkannya ketika masih muda, ia harus menjalani kehidupan dengan penuh perjuangan. Hingga kini, ia masih terus bekerja karena tidak memiliki pilihan lain.
Meski hidup serba kekurangan, Mak Swan dikenal sebagai pribadi yang religius. Dalam setiap keadaan, ia selalu mengucap syukur dan tak pernah berhenti berdoa. Baginya, segala sesuatu yang dimiliki hari ini adalah berkat yang harus diterima dengan hati yang tulus.
Harapannya sangat sederhana. Ia ingin memiliki sepeda yang lebih layak agar bisa terus berjualan tanpa khawatir rusak di jalan. Ia juga ingin melunasi utang modal usahanya, memperbaiki rumah yang bocor, membayar kebutuhan listrik, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun di balik semua itu, ada satu impian yang begitu menyentuh. Jika suatu hari Tuhan memberikan rezeki lebih, Mak Swan ingin bisa banyak bersedekah untuk gerejanya membantu pembangunan gereja dan mendukung sekolah minggu agar semakin banyak anak dapat belajar dan bertumbuh dalam kasih Tuhan.
Sahabat Kebaikan, perjuangan Mak Swan adalah potret keteguhan seorang nenek yang tak pernah menyerah meski usia terus bertambah dan tubuhnya semakin lemah. Mari kita ringankan langkahnya, serta mendukung biaya kebutuhan lainnya agar Mak Swan dapat menjalani masa tuanya dengan lebih tenang.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Mak Swan. Selain itu, akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
