Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign 2 Tangan Diamputasi Bantu Perjuangan Hidup Kurir Online

2 Tangan Diamputasi Bantu Perjuangan Hidup Kurir Online

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
90 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “16 tahun yang lalu nyawa saya hampir tak tertolong karena tersengat listrik bertegangan tinggi. Dalam kondisi kritis terpaksa kedua tangan ini diamputasi. Hidup saya jatuh, namun saya berusaha ikhlas untuk menjalani hidup" Ujar Mas Prayitno

  Kejadian pahit itu berawal ketika ia bekerja sebagai kuli bangunan, tak sengaja besi yang dipegangnya mengenai kabel listrik bertegangan tinggi. Seketika pada waktu itu Mas Prayitno terjatuh dan tidak sadarkan diri diakibatkan tersengat listrik, lalu dilarikan ke rumah sakit.


  Kenyataan yang sangat pahit harus ditelan oleh Mas Prayitno dan keluarga, menurut dokter kedua tangannya tidak bisa diselamatkan dan harus segera diamputasi jika tidak ingin merembet ke infeksi yang nantinya akan mengancam nyawanya.

  Takdir mengambil kedua tangan Mas Prayitno, saat itu ia sempat nyaris putus asa. Bagaimana ia melanjutkan hidup dengan kondisi seperti ini? Ia hanya akan menjadi beban keluarga.


  "Saya anak tunggal dan tinggal berdua sama ibu, beliau lah yang selama ini selalu memberi semangat." Ujar Mas Prayitno

  Demi menyambung hidup dan menafkahi sang ibu, ia rela merantau untuk mencari pekerjaan. Namun segalanya lagi-lagi tak berjalan dengan mulus. Dikarenakan kondisinya tidak sempurna, beragam penolakan pekerjaan harus ia telan. Pada akhirnya ada orang baik yang menerima kondisinya dan Mas Prayitno bekerja sebagai tukang jahit di salah satu konveksi.


  "Sebelum diamputasi padahal saya gak bisa jahit, kuasa Allah pada waktu itu bisa kerja sebagai penjahit selama hampir 8 tahunnya. Namun, dikarenakan orderan semakin sepi jadi saya memilih mencari pekerjaan lain" Ujar Mas Prayitno

  Sudah hampir setahun ia bekerja menjadi kurir online pengantar barang dan makanan. Bersyukur Mas Prayitno masih bisa bekerja sampai saat ini, namun itu pun selalu ada tantangan yang menguji kesabarannya. Seperti beberapa minuman yang ia bawa tumpah atau karena barang yang dibawa cukup banyak dan berat, ia kesulitan. Namun itu semua tetap dijalankan.


  "Sudah 3 kali saya dapat orderan fiktif, yang paling banyak 150rb. Padahal tadinya uang itu mau saya kirimkan buat ibu di kampung" Ujar Mas Prayitno

  Mas Prayitno bekerja dari pagi hingga malam, pendapatan yang diperolehnya sekitar 50-100 ribu sehari. Setiap hari ia harus membagi hasil jerih payahnya untuk bayar kontrakan, untuk ibunya di kampung dan kebutuhan sehari-hari. Tak jarang ia harus menghemat makan, agar ia dapat

mengirimkan uang lebih banyak untuk sang ibu dikampung.


  "Saya ingin menabung agar saya bisa pulang kampung dan buka usaha disana. Kasian ibu sudah sepuh dan gak ada yang menemani. Tapi kondisinya saat ini sulit, orderan sepi banget" Ujar Mas Prayitno

  Di Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, selain ingin buka usaha di kampung ia pun ingin berangkatkan umroh bersama sang ibu.

  Sahabat Kebaikan, begitu mulianya harapan Mas Prayitno. Maukah membantu mewujudkan harapannya? Agar ia bisa berkumpul dengan sang ibu dan memberikan hadiah terbaik untuk ibunya.


  Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Mas Prayitno. Selain itu akan digunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id