Mukjizat Tuhan. Bantu Pak Sunyoto Hidup Lebih Baik

"Tuhan pada hari ini Kami mau bekerja, tuntunlah Tuhan, lindungi Kami diperjalanan. Tuhan Kami mau jualan di Semarang, berilah Kami rezeki. Terima kasih Tuhan, Doa Kami dalam nama Yesus Kritus Haleluya. Amin"
Sebelum bekerja tak lupa beliau selalu berdoa, karena setiap langkahnya penuh resiko. Pendengarannya sudah tidak baik, berkeliling menawarkan jasanya di tepi jalan dan berharap bertemu dengan orang baik yang menggunakan jasanya.
Di usia senjanya, Pak Sunyoto atau yang lebih akrab di sapa "Pak To" masih setia berjalan kaki menawarkan jasa timbangan. Dengan kaki terpincang-pincang ditemani sebuah tongkat, Pak To keliling dari pagi hingga sore hari untuk mencari nafkah, walaupun jasanya kurang diminati kebanyakan orang, tapi pekerjaan sederhana inilah yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan bagi Pak To.
"Alat bantu dengar saya sudah rusak, kadang kalau ada orang yang manggil gak denger. Mau beli alat dengar sekarang udah mahal" Ujar Pak To.
Saat ini usianya sudah menginjak 71 tahun. Dulu, saat tubuhnya masih kuat dan langkahnya masih tegap, Pak To bisa membawa pulang hingga Rp.100.000 sehari. Kini, dengan kondisi fisik yang semakin melemah dan penglihatan yang semakin buram, penghasilannya tak menentu, kadang hanya Rp.20.000, kadang Rp.50.000 jika sedang ramai. Pak To hanya mematok harga sebesar Rp.1.000 setiap orang yang menggunakan jasa timbangannya.
"Kalaupun ada orang yang mau nimbang berat badan gak bawa uang, ya gak masalah. Itung-itung menyenangkan dan membantu orang lain" Ungkap Beliau sambil tersenyum.
Pekerjaannya seharian berkeliling di jalanan penuh resiko, banyak kendaraan yang lalu lalang dan khawatir terserempet kendaraan ketika ia berjalan.
Meski sering ditolak saat menawarkan jasanya, Pak To selalu bersabar dan terus melangkah demi mencari nafkah. Sesekali ia harus menepi dan beristirahat untuk melepas lelah dan meringankan sakit di kakinya.
"Tuhan selalu saja memberi kami rezeki, terima kasih Tuhan telah menguatkan kami hingga saat ini. Terima kasih Tuhan karena Kami selalu dikelilingi sesama yang baik hatinya." Ujar Pak To.
Istri Pak To sudah meninggal dunia, dirumah beliau tinggal bersama anaknya yang masih lajang. Anaknya yang satu lagi sudah berkeluarga. Layaknya seorang ayah, meskipun dalam keterbatasan beliau tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Bahkan, di saat serba kekurangan, Pak To masih sering memberi uang kepada anaknya.
Pak To bercerita, pernah waktu itu ia ditipu orang, ada orang yang perlu uang pecahan sebesar Rp.100.000. kemudian Pak To memberikan uang pecahan yang diperlukan. Namun sedihnya uang selembar Rp.100.000 yang diberikan oleh orang tersebut adalah yang mainan.
"Kondisi kesehatan saya semakin melemah, sering capek dan kaki sering sakit. Jadi saya gak keluar tiap hari. Kalau minggu pasti saya libur, karena beribadah ke gereja" Ujarnya.
Kini Pak To memiliki satu harapan sederhana, ingin memiliki usaha kecil-kecilan dirumahnya, agar ia tak harus berkeliling lagi menawarkan jasa timbangan. Selain itu iapun ingin memiliki alat bantu dengar yang baru, karena alat yang digunakan sekarang sudah rusak.
Sahabat Kebaikan, Yuk kita bantu wujudkan harapannya, dukungan dan kasih sayang kita bisa menjadi cahaya untuk beliau. Beri sedikit berkat kebahagiaan di ujung usianya.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Pak Sunyoto. Selain itu akan di gunakan untuk implementasi program dan para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
