Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Suka Dibully Abah Penjual Mainan juga Sepi Pembeli

Suka Dibully Abah Penjual Mainan juga Sepi Pembeli

Rp 985.000Terkumpul dari Rp 80.000.000
14 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Abah penjual mainan yang panas-panasan menunggu pembeli, jualannya sepi membuat fokus kami teralihkan. Saat mencobanya mengajak ngobrol ternyata selama ini ada emosi yang dipendam. Kondisi fisiknya yang penuh benjolan tumor membuatnya dikucilkan orang-orang.

  Abah Endang (55th) jualan mainan dengan penghasilan rata rata 30rb. Bayangkan dari nominal tersebut Ia harus hidupi dirinya dan keluarga setiap hari.

  Sebagian besar orang-orang membeli, karena rasa iba kepada Abah Endang. Ingin Ia jualan yang lain, tetapi ga punya modalnya. Abah Endang entah berapa kali pulang dengan tangan kosong. Katanya kalau ga bisa beli makan, maka besoknya berpuasa. Ia sekeluarga puasa sebab apa yang mau dimakan.

  Jalan kaki sekitar 10 km dengan gerobak usang membuat Abah Endang pernah terperosok. Dari obrolannya banyak kesedihan dan kesulitan yang lama dirasakan, tapi Abah Endang bingung kepada siapa bercerita hingga memilih untuk terus berjalan, menahannya sendiri dan berusaha bertahan lanjutkan hidup yang lika-liku.

  Abah Endang ternyata juga masih punya anak kecil dan baru duduk di bangku kelas 6 SD. Anak Abah Endang ga luput menjadi korban pembullyan. Teman temannya berucap kata yang menyakiti anak Abah Endang hingga sang anak menangis saat tak kuat menceritakan betapa Ia ga rela ayahnya jadi bahan ledekkan.

  Pilu perjalanan hidup seorang penjual mainan. Abah Endang yang harusnya berobat, namun makan sehari-hari saja kesulitan. Ia ga sanggup obati tumornya juga Ia ga bisa hidupi keluarganya dengan layak, karena dagangan mainannya ga diminati pembeli.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id