Kanker Rahim Stadium 4 Ancam Nyawa Febriyani

Tangisan itu tak tertahankan oleh Febriyani (12 tahun). Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain, Febriyani justru harus berjuang melawan kanker ganas stadium 4 di bagian perutnya.
Sejak masih bayi, Febriyani telah ditinggal ayahnya tanpa kabar. Sang ibu pun berjuang seorang diri mencari nafkah dengan menjadi kuli cuci (asisten rumah tangga). Penghasilan yang tak seberapa hanya cukup untuk makan seadanya, apalagi saat ini hampir seluruh waktu ibunya dihabiskan untuk merawat Febriyani yang terbaring lemah hingga sering tak masuk kerja dan penghasilan ibu pun berkurang.
Awalnya, Febriyani hanya mengeluh sakit perut. Sang ibu segera membawanya ke bidan, namun hanya didiagnosa sakit lambung. Tak disangka, dalam dua bulan, perut Febriyani semakin membesar dan rasa sakitnya semakin parah. Setelah diperiksa di rumah sakit, dokter menyampaikan kabar yang menghancurkan hati sang ibu:
“Anak Ibu terkena kanker ganas di bagian bawah perut.”
Febriyani langsung dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani operasi. Setelah operasi pertama, ada sedikit harapan — namun dokter menyarankan Febriyani untuk menjalani kemoterapi rutin. Sayangnya, karena keterbatasan biaya dan kondisi ibu yang tak bisa bekerja penuh, pengobatan itu terpaksa tertunda.
BPJS memang menanggung sebagian, tapi tidak semua. Biaya transportasi, obat penunjang, dan kebutuhan hidup harian membuat sang ibu kewalahan. Akibatnya, Febriyani dua bulan tak menjalani kemoterapi, dan kini kanker itu mengganas jadi stadium 4!
Kini perut Febriyani kembali membesar, tubuhnya lemah, dan setiap hari ia menangis menahan sakit.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
