Facebook Pixel
Kedua Tangan di amputasi Ayah ini tak nyerah mencari Nafkah

Kedua Tangan di amputasi Ayah ini tak nyerah mencari Nafkah

Rp 80.000Terkumpul dari Rp 80.000.000
115 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

Tersengat Listrik Saat Kerja, Ayah Ini Kehilangan Kedua Tangannya!

Satu kejadian tragis merenggut segalanya dari Pak Jajang. Saat memasang atap rumah sebagai kuli bangunan, tanpa sengaja ia menyentuh kabel listrik aktif. Sengatan kuat membuat tubuhnya terpental dari lantai dua. Nyawanya sempat terselamatkan… tapi tak dengan kedua tangannya. Karena luka yang membusuk dan tak mampu diobati, dokter akhirnya harus mengamputasi keduanya. Kini Pak Jajang hidup tanpa tangan, sementara tiga anaknya masih kecil dan butuh makan serta sekolah.

__



  Tak pernah terbayang oleh Pak Jajang, pekerjaan yang selama ini menjadi sumber nafkah justru mengubah hidupnya selamanya. Sebagai kuli bangunan, ia terbiasa memanjat rangka atap dan memasang baja ringan. Namun hari itu berbeda. Sengatan listrik membuatnya jatuh tak sadarkan diri.

  Pemilik bangunan sempat menanggung biaya rumah sakit selama satu bulan. Setelah itu, Pak Jajang harus pulang tanpa pengobatan lanjutan karena tak punya biaya. Ia hanya bisa mencoba sembuh dengan pijatan seadanya. Sayangnya luka di tangannya semakin parah hingga akhirnya harus diamputasi agar infeksi tak menyebar ke seluruh tubuh.


  Hari itu menjadi titik terendah dalam hidupnya. Bagaimana seorang ayah bisa bekerja tanpa tangan?

  Di rumah, tiga anaknya masih membutuhkan dirinya. Anak pertama duduk di bangku SMK, anak kedua masih SD, dan yang bungsu baru TK. Demi mereka, Pak Jajang mencoba bangkit dari keterpurukan.


  Kini, tanpa kedua tangan, Pak Jajang berjalan dari kampung ke kampung menjajakan sayur dan pisau. Barang dagangan itu pun ia ambil dari tetangga dengan keuntungan sangat kecil: satu sayur hanya Rp500, satu pisau hanya Rp5.000. Dalam sehari penghasilannya paling banyak sekitar Rp20–30 ribu, bahkan sering kali pulang tanpa membawa uang sama sekali.

  Meski hidup terasa sangat berat, Pak Jajang tidak pernah memilih mengemis. Ia hanya ingin tetap berusaha mencari nafkah halal demi masa depan anak-anaknya.

HomeBagikan
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id