Mata terancam buta bantu biru sembuh

Bukan mata biru yang indah, tapi itu mata biru ancaman.
Lahir dengan kerusakan saraf mata membuat Baby Rindu harus menerima vonis idap glaukoma. Padahal kala itu umurnya masih 10 hari di dunia.
Kalang kabut Ibu kala itu membawa Baby Rindu dari puskesmas satu ke puskemas lain. Dari rumah sakit daerah sampai akhirnya dibawa jauh ke Kota Bandung dari Cipeundeuy.
Hingga akhirnya dokter bilang, harus ada tindakan operasi dan pengobatan yang hati-hati karena ancaman kebutaan sedang menanti. Matanya yang semakin biru menandakan kerusakan yang semakin parah.
Ibu hanya bisa menangis, dikuatkan oleh Ayah yang sebenarnya hatinya juga hancur lebur memikirkan bagaimana nasib putri kecilnya itu. Padahal kebahagiaan lahirnya Baby Rindu harusnya masih menyelimuti gubuk sederhana mereka.
“Saya cuman bingung cari uang berobatnya kemana?” kata Ayah sambil mengambil pisau arutan, bersiap untuk mengambil rumput. Kambing-kambing tetangganya yang dititipkan belum dikasih makan.
Ayah hanya seorang buruh getah karet dengan sampingannya menggembala kambing orang. Upah yang didapat hanya Rp30 ribu setiap hari, itu pun kalau ada panggilan untuk kerja.
Mata adalah organ yang sangat sensitif. Sudah pasti pengobatan Baby Rindu tidak hanya satu atau dua kali. Bulak-balik rumah sakit akan jadi agenda kesehariannya.
Hai #OrangBaik, kita bantu Baby Rindu yuk sebelum ancaman kebutaan itu menjadi nyata. Untuk ongkos berobat dari Cipeundeuy ke Kota Bandung saja, Ayah-Ibu kesulitan.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
