Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Booking Pahala Lewat Sedekah Yatim Dhuafa

Booking Pahala Lewat Sedekah Yatim Dhuafa

Rp 0Terkumpul dari Rp 50.000.000
99 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Pagi di kampung pegunungan itu selalu datang bersama udara dingin. Saat anak-anak lain bersiap berangkat sekolah atau bermain, Salwa yang baru berusia 12 tahun sudah memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar dari usianya.


  Di tangan kanannya, ia menggenggam kantong berisi jajanan anak-anak untuk dijual keliling kampung. Di tangan kirinya, ia menuntun Murni, adik kecilnya yang belum bisa ditinggal sendirian di rumah. Sementara Arda, adiknya yang paling kecil, menunggu mereka pulang dengan harapan ada makanan yang bisa disantap hari itu.


  Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu akibat pecah pembuluh darah di otak, kehidupan keluarga kecil ini berubah drastis. Saat itu, kondisi ayah semakin memburuk, tetapi rumah sakit berada sangat jauh dari kampung mereka yang berada di pelosok pegunungan. Perjalanan yang panjang membuat pertolongan datang terlambat. Sejak hari itu, Salwa kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi pelindung keluarganya.

  Kini hanya ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari sang ibu bekerja sebagai buruh pemetik teh di perkebunan dengan penghasilan yang sangat terbatas, sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Melihat perjuangan ibunya, Salwa memilih ikut berjuang.


  Dengan dagangan sederhana, ia berkeliling dari rumah ke rumah. Untung yang dibawa pulang sering kali hanya sekitar Rp10.000 dalam sehari. Uang sekecil itu tetap disyukurinya karena bisa membantu membeli beras agar keluarganya tetap dapat makan.

Saat dagangan sepi, Salwa tidak menyerah.

  Jika ada tetangga yang membutuhkan bantuan mencuci pakaian, ia dengan senang hati menerima pekerjaan itu. Upahnya kadang berupa uang, kadang hanya sebungkus makanan. Apa pun yang diterimanya, hampir tak pernah ia nikmati sendiri. Semua dibawa pulang untuk Murni dan Arda, dua adik yang sangat ia sayangi.


  Rumah mereka pun jauh dari kata layak. Dinding bambu yang mulai lapuk menjadi pelindung dari dinginnya angin pegunungan. Lantainya hanya papan kayu sederhana yang telah banyak dimakan usia. Mereka tidak memiliki televisi, radio, ataupun hiburan lainnya.


  Namun di balik segala keterbatasan itu, keluarga kecil ini masih menyimpan satu hal yang tidak pernah habis: kasih sayang.

  Mereka tetap saling menguatkan. Tetap saling berbagi. Tetap saling tersenyum meski sering kali harus menahan lapar karena makanan yang tersedia tidak cukup.


Salwa tidak pernah mengeluh. Ia hanya memiliki satu impian sederhana.

  Ia ingin tetap bersekolah hingga jenjang setinggi mungkin. Ia ingin suatu hari nanti memiliki pekerjaan yang baik agar bisa mengangkat derajat ibunya dan menyekolahkan Murni serta Arda hingga mereka meraih cita-cita.


  Namun mimpi itu terasa begitu jauh ketika setiap hari yang harus dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan beras untuk dimasak esok pagi.

  Sahabat baik, hari ini kita memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perjuangan Salwa.

  Uluran tangan Anda dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga ini, memperbaiki rumah sederhana yang mulai rapuh, mendukung biaya pendidikan Salwa dan kedua adiknya, serta memberi mereka kesempatan untuk tumbuh dengan harapan yang lebih baik.


  Sekecil apa pun donasi yang Anda berikan, akan menjadi harapan baru bagi seorang anak yatim yang sedang berjuang menjaga masa depan keluarganya.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id