Disabilitas Bersaudara Butuh Uluran Tangan Kita

Kakak beradik mengalami gangguan fisik sejak usia 3 tahun, awalnya akibat sakit kejang kejang, orang tua mereka sudah berupaya untuk mengobatinya, namun allah berkata lain, mereka tidak sembuh, sehingga kedua kakinya mengecil dan tidak bisa jalan. Kehadirannya masih dipandang sebelah mata. Mereka hadir ke Dunia ini tanpa memiliki pilihan untuk hidup normal. Keterbatasan yang dimiliki, membuat mereka dianggap sebagai kelompok lemah, tak berdaya dan hanya perlu mendapatkan belas kasihan. Hak-hak mereka sebagai manusia seringkali diabaikan. Mulai dari hak untuk hidup, hak kemudahan mengakses fasilitas umum bahkan hak untuk memperoleh pelayanan untuk kesehatan dan pendidikan. Hal tersebut juga dialami oleh dua orang kakak beradik penyandang disabilitas bernama Asep Saepuloh dan Ade Suryana yang memiliki penyakit tuna daksa (disabilitas fisik) Asep diketahui memiliki penyakit tuna daksa semenjak 3 tahun Asep kerap dibully karena kekurangan fisiknya. Asep dan Ade baru saja ditinggalkan sama ibunya Asep Kini tinggal hanya bertiga dengan Ayahnya yang bekerja sebagai buruh dengan pendapatan yang pas pasan. Betapa sulitnya ayah apen yang merupakan kakaknya Asep selama belasan tahun mengurus Asep dengan segala keterbatasan. Pak Apen sangat khawatir apabila Pak Apen sudah tiada nanti, tak ada lagi yang akan merawat Asep dan Ade. Oleh sebab itu, Pak Apen sangat berharap Asep dan Ade mendapatkan program bantuan modal usaha dan Biaya beli kursi roda. Terlebih Indera pendengaran Ade juga terganggu sehingga memerlukan alat bantu dengar. Disamping segala keterbatasan yang dialami oleh Asep, ia memiliki semangat yang tinggi untuk bisa terus bekerja sebagai upaya membantu meringankan beban ayahnya dengan cara menjadi buruh harian lepas di kebun milik orang lain dan melakukan terapi pengobatan.
2 Bersaudara Disabilitas Tuna Daksa berjuang untuk hidup di Banjarwangi, Garut Selatan, mereka bekerja sebagai buruh tani dan tinggal di rumah kayu yang sudah lapuk
Disabilitas Tuna Daksa, mereka bekerja sebagai buruh tani dan berjuang untuk bisa makan setiap harinya
Bekerja Mencari Rumput untuk dijual ke para Peternak Kambing dan Sapi
Modal Usaha 20.000.000 Sembako 5.000.000 Renovasi Rumah 25.000.000 semua hal itu menjadi kebutuhan primer beneficiary agar bisa hidup layak
Mereka terancam hidup dijalanan jika tidak ada yang segera menolong mereka
Terkumpul Rp 6.758.000 dari 0 donatur. Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
