Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign MIRIS - PULUHAN ODGJ HIDUP TAK LAYAK

MIRIS - PULUHAN ODGJ HIDUP TAK LAYAK

Rp 0Terkumpul dari Rp 100.000.000
50 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

MIRIS, PULUHAN ODGJ HIDUP TAK LAYAK

  Langkah kaki sejauh satu kilometer dari riuhnya jalan raya membawa kita ke sebuah sudut terpencil yang sunyi. Di sanalah, Pondok Pesantren Manbaul Ulum berdiri, mengasingkan diri dari gemerlap dunia. Di balik kesunyian itu, tersimpan kisah pilu dari 30 jiwa yang sedang diuji ingatan dan mentalnya. Mereka adalah saudara-saudara ODGJ yang telah kehilangan arah, terombang-ambing oleh takdir, dan sebagian besar dari mereka bahkan sudah tidak lagi tahu siapa dan di mana keluarga kandung mereka berada.



  Bagi mereka, pondok terpencil ini adalah satu-satunya dunia yang tersisa. Selama 16 tahun berdiri, pondok ini telah menjadi tempat bernaung yang menerima mereka apa adanya, tanpa memungut biaya sepeser pun. Namun, ketulusan pengelola yang luar biasa ini harus berbenturan dengan realitas ekonomi yang teramat getir. Ketiadaan sumber dana tetap membuat pondok ini terseok-seok untuk sekadar bertahan hidup dari hari ke hari. Akibat keterbatasan itu, menahan lapar menjadi bagian dari keseharian mereka karena jatah makan sering kali hanya dua kali sehari dengan menu seadanya dan minum dengan air sumur secara langsung.


  Kondisi tempat tinggal mereka jauh lebih menyayat hati daripada sekadar perut yang lapar. Jangan bayangkan sebuah kamar atau asrama yang hangat; tempat mereka memejamkan mata setiap malam hanyalah sebuah bangunan tanpa dinding. Hanya ada tiang-tiang penyangga dan atap sederhana di atas kepala mereka. Ketika malam tiba dan angin kencang berembus, tubuh-tubuh lelah itu hanya bisa meringkuk di atas tempat tidur yang kurang layak, pasrah diterpa dinginnya malam.


  Kondisi lingkungan yang memprihatinkan ini tentu berbanding terbalik dengan apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Jiwa-jiwa yang sedang terguncang ini membutuhkan ketenangan, namun bagaimana mereka bisa pulih jika ruang hidup mereka sendiri tidak memberikan rasa aman? Ketidaklayakan fasilitas ini membuat proses penyembuhan dan pemulihan spiritual yang diajarkan di pondok menjadi sebuah perjuangan yang teramat berat dan penuh rintangan.


  Pihak pondok bukan tidak ingin memberikan yang terbaik, melainkan tangan mereka terlalu pendek untuk menjangkau semua kebutuhannya. Selama belasan tahun, pengelola pondok telah mengorbankan waktu, tenaga, dan air mata agar saudara-saudara kita ini tidak telantar di jalanan dan mendapatkan perlakuan yang memanusiakan. Kini, di titik nadir ini, pondok tersebut sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua untuk bisa mendirikan dinding pembatas dan membangun tempat tinggal yang layak bagi mereka.


  Jangan biarkan mereka berjuang sendirian dalam kesunyian dan kedinginan di tengah keterpencilan. Mari kita tunjukkan bahwa dunia belum sepenuhnya melupakan mereka, dan kebaikan Anda adalah jawaban atas doa-doa yang mereka langitkan.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id