Ratusan benjolan Pak karminto rawat ibu dan bertahan hidup seadanya
"Yang paling sakit bukan cuma benjolan di tubuh ini. Tapi ketika orang-orang menjauh karena mengira penyakit saya menular..."
Pak karminto sudah hidup puluhan tahun dengan tubuh yang dipenuhi ratusan benjolan. Penyakit yang dideritanya didiagnosis sebagai Neurofibroma atau tumor jaringan saraf, kondisi yang tak hanya mengubah penampilannya, tetapi juga mengubah cara orang memandang dirinya.
Benjolan itu muncul sejak ia masih remaja. Saat itu, Pak karminto sempat menjalani pengobatan dengan harapan bisa sembuh dan menjalani hidup seperti remaja lainnya.
Namun harapan itu tak kunjung datang. Beberapa waktu setelah pengobatan, benjolan kembali tumbuh, bahkan jumlahnya semakin banyak hingga menyebar ke seluruh tubuhnya.
Setiap hari, Pak karminto harus menahan rasa perih dan gatal yang tak kunjung hilang. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menggaruknya sampai pecah, karena luka terbuka dapat memicu infeksi serius yang membahayakan kondisinya.
"Mereka bilang saya seram. Katanya penyakit saya bisa menular. Banyak yang lihat saya dengan jijik. Tidak ada yang mau mempekerjakan saya. Padahal saya harus bertahan hidup," tutur Pak Parni lirih.
Penolakan demi penolakan membuatnya kesulitan mencari nafkah. Sesekali, jika ada tetangga yang memintanya mencabut rumput atau melakukan pekerjaan ringan, upah sederhana itu menjadi rezeki yang sangat berarti untuk bertahan hidup.
Mirisnya, dalam kondisi seperti itu pak karminto masih harus berjuang merawat ibunya seorang diri di rumah yang sederhana,mereka hidup berdua dan kondisi ibu nya sudah sangat tua dan rentan sakit,
pak karminto kerja serabutan sebagain tukang batu, dengan upah 30-40 rb sehari, hasil itunyang di cukupkan untuk makan dan merawat ibunya, dan kenyataanya tidak semua orang juga mau memperkerjakan pak karminto dalam kondisi yang seperti itu
“Bisa makan saja sudah syukur, kalau berobat, uangnya dari mana?,” ucapnya lirih.
Selama ini Pak karminto terbiasa menahan sakit, menahan tatapan orang, bahkan menahan kesepian. Mungkin kita tak bisa menghapus semua lukanya, tapi kita bisa membantu meringankan beban yang ia pikul hari ini.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
