Meski Dunianya Gelap Langkah Penjual Kerupuk Ini Tak Pernah Berhenti

“harus semangat, karena kalo saya ga jualan berarti hari ini ngga makan..”
Kalimat itu sering Abah Suparno ucapkan pelan setiap pagi sebelum keluar rumah sebagai penyemangat ditengah keterbatasannya sebagai penyandang tunanetra. Di usia 66 tahun, Abah harus berjalan sendirian menyusuri jalanan Kota dengan mata yang sudah tak bisa melihat.
Dengan hanya berbekal tongkat di tangan, Abah berjualan kerupuk keliling dari pagi. Satu bungkus kerupuk dijual seharga 10 ribu rupiah, tapi keuntungan yang Abah dapat hanya sekitar 2.500 rupiah saja. Artinya, untuk membawa pulang uang 25 ribu rupiah.. Abah harus menjual sekitar 10 bungkus kerupuk sambil meraba jalan yang bahkan tidak bisa ia lihat.
pernah suatu hari Abah terlambat pulang. Ia berjalan terlalu jauh mencari pembeli, sampai akhirnya kehilangan arah dan lupa jalan kembali ke kontrakannya. Abah berdiri kebingungan di pinggir jalan hingga malam. Beruntung ada seorang tetangga yang mengenali Abah dan mengantarnya pulang.
Ternyata musibah yang pernah Abah alami bukan hanya itu saja. Suatu hari, seorang pria menghampiri Abah dan berpura-pura ingin membeli kerupuknya. Saat Abah lengah, pria itu justru membawa kabur tas milik Abah. Di dalam tas itu ada uang modal jualan, HP, dompet, dan semua identitas Abah. Sejak kejadian itu, Abah bahkan harus berhenti berjualan beberapa hari karena tidak punya uang untuk kembali membeli kerupuk dagangan.
Sejak setahun lalu hidup Abah semakin sunyi. Kini Abah tinggal seorang diri di sebuah kontrakan kecil. Istri dan anaknya pergi meninggalkan Abah karena penghasilan yang dianggap tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Di usia yang sudah renta, dengan kondisi tidak bisa melihat, Abah tetap berjuang sendirian hanya agar bisa bertahan hidup dari hari ke hari.Teman-teman, mari ulurkan tangan untuk membantu Abah Suparno agar ia tidak harus terus berjuang sendirian di jalanan.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
