Facebook Pixel
Selamatkan Nyawa Adik Ayla dari Penyakit Langka

Selamatkan Nyawa Adik Ayla dari Penyakit Langka

Rp 16.923.000Terkumpul dari Rp 128.000.000
Sudah Berakhir
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

Tangisan itu datang lagi…

  Tubuh kecil Ayla menggeliat, wajahnya memerah menahan nyeri yang belum juga pergi.


  Setiap hari, suara tangis pilu terdengar dari rumah kecil yang nyaris roboh di pinggir perkampungan. Rumah itu berdinding bambu tua, beratap seng yang bolong, dan berlantaikan tanah. Di dalamnya, seorang bayi perempuan meringkuk di atas tikar tipis. Tubuhnya panas, kulitnya pucat, dan tangisnya tak kunjung reda.

  Namanya Ayla. Bayi ini belum genap berusia setahun, tapi tubuh mungilnya sudah diuji dengan penyakit langka yang membuat ia terus merintih dalam diam. Tak ada senyum, tak ada celoteh khas bayi. Yang ada hanya tangisan lirih dan tubuh yang makin melemah setiap harinya.




  Ayah dan ibu Ayla hanyalah buruh tembakau. Mereka bekerja dari pagi hingga sore, memikul hasil panen, menjemur daun, dan membersihkan lahan, demi upah harian yang bahkan tak cukup untuk kebutuhan pokok.


  Ketika tahu Ayla mengidap penyakit serius yaitu hidrosefalus yang sudah akut dan membuat kepalanya membesar juga ada cekungan di tengahnya, mereka kebingungan. Rumah sakit terlalu jauh, biaya kontrol dan obat terlalu tinggi. Tapi dokter menyarankan agar Ayla tetap menjalani rawat jalan secara rutin agar kondisinya tidak memburuk.


  Namun untuk sekadar ongkos ke rumah sakit, mereka harus berutang sana-sini. Kadang, kontrol Ayla terpaksa ditunda karena tidak ada biaya.


  Ibu Ayla tak pernah tidur dengan tenang. Hampir setiap malam, Ayla kejang atau demam tinggi. Ia hanya bisa memeluk bayinya erat sambil berdoa, berharap rasa sakit itu segera pergi.


  Ayahnya pun tak banyak bicara. Setiap hari ia bekerja tanpa mengeluh, menahan letih, sambil menabung receh demi Ayla bisa kontrol lagi minggu depan. Tapi ia tahu, waktu Ayla tak bisa menunggu.




  “Kalau bisa, biar saya aja yang sakit... jangan anak saya,” ucap sang ibu, dengan mata sembab menatap langit-langit rumah bambu mereka.


  Kondisi rumah mereka pun memprihatinkan. Tak ada ranjang bayi, tak ada kasur layak. Tikar tipis jadi tempat Ayla terbaring, ditemani angin malam yang masuk dari celah dinding reyot. Saat hujan, bocoran dari atap membuat tempat tidur harus dipindah-pindah agar Ayla tidak basah.


#TemanBaik, mari jadi harapan untuk Ayla yang sedang berjuang.


Donasi yang kamu berikan akan digunakan untuk:

✅ Biaya pengobatan rutin Ayla

✅ Nutrisi dan kebutuhan harian khusus untuk Ayla

✅ Perbaikan tempat tinggal agar Ayla bisa beristirahat lebih aman


  #TemanBaik, kamu bisa jadi bagian dari cerita Ayla dengan klik DONASI SEKARANG, dan kirimkan doa serta uluran tangan untuk Ayla hari ini. 💛

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id