Doa Ibu Tak Pernah Putus untuk Kesembuhan Anaknya

Ibu Siti Hodijah, 30 tahun, adalah seorang ibu sederhana dengan hati yang sedang diuji berkali-kali lipat.
Putri kecilnya bernama Alya Syafiqah, kini berusia 3 tahun. Saat lahir, Alya terlihat seperti bayi lain pada umumnya. Di usia 4 bulan, Alya sudah bisa tengkurap dan lehernya tampak kuat. Tidak ada tanda mencurigakan saat itu.
Kegelisahan mulai muncul ketika Alya menginjak usia satu tahun. Ia belum bisa duduk sendiri dan belum bisa merangkak. Naluri seorang ibu membuat Ibu Siti merasa ada yang tidak beres.
Alya kemudian dibawa ke RSUD. Di sanalah Ibu Siti menerima kenyataan pahit. Dokter mendiagnosa Alya mengalami microsefalus dan epilepsi yang termasuk dalam kondisi Cerebral Palsy.
Hati seorang ibu seakan runtuh. Perasaan Ibu Siti hancur dan campur aduk antara sedih, takut, bingung, dan tidak percaya. Ia hanya bisa memeluk Alya sambil bertanya dalam hati mengapa cobaan ini harus menimpa anaknya.
Untuk bertahan hidup, Ibu Siti berjualan lotek setiap hari.
Ia berjualan di pinggir pos dengan meja kayu kecil yang terbuat dari sisa papan. Jika sedang ramai, penghasilannya hanya sekitar Rp80.000 sampai Rp100.000 per hari dan itu pun masih kotor. Saat sepi, dagangannya kadang tidak laku sama sekali.
Pemilik tanah tempat Ibu Siti berjualan adalah orang baik. Ia mengizinkan Ibu Siti tetap berjualan di sana dan bahkan membolehkan membangun tempat usaha semi permanen. Namun hingga kini, Ibu Siti belum memiliki modal yang cukup sehingga hanya bisa bertahan dengan meja kayu kecil seadanya.
Suami Ibu Siti bekerja sebagai kenek bangunan. Penghasilannya sekitar Rp400.000 dalam seminggu dan itu pun tidak menentu. Kadang ada pekerjaan, kadang sama sekali tidak. Mereka tinggal di rumah bilik yang sudah sangat reyot. Atapnya bocor di banyak bagian. Setiap hujan turun, air masuk ke dalam rumah dan membuat kondisi semakin memprihatinkan.
Di tengah keterbatasan hidupnya, Ibu Siti memiliki beberapa harapan sederhana. Ia sangat berharap bisa memiliki kursi roda khusus CP untuk Alya agar putrinya lebih nyaman. Ia juga berharap ada modal usaha agar bisa membangun tempat jualan semi permanen. Selain itu, ia ingin merenovasi rumah biliknya yang sudah bocor dan tidak layak huni.
Tidak ada keluhan berlebihan dari Ibu Siti. Hanya doa dan ikhtiar seorang ibu yang ingin memberikan kehidupan yang lebih layak untuk anaknya. Jika hari ini kita masih diberi kesehatan, pekerjaan, dan tempat tinggal yang aman, semoga

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
