perjuangan mbah jualan tahan sakit dan sepi pembeli

Tadi pagi, kami tak sengaja bertemu beliau yang sedang membenarkan rantai sepeda tuanya. Dengan senyum lelah, ia bercerita, “Mbah gak kuat lagi ngontel, jadi lebih nyaman saya dorong sepeda aja…”
Setiap hari, Mbah Satari keliling membawa es lilin di atas sepeda tuanya. Upah yang ia terima? Hanya Rp10.000, itu pun kalau ada yang beli. Kalau tidak, es dikembalikan, dan beliau pulang tanpa sepeser pun.
Kakinya sudah sering sakit karena terlalu jauh berjalan, tapi ia tetap memaksakan diri demi bisa memberi makan sang istri yang kini sakit-sakitan dan tak bisa membantu bekerja. Istri beliau juga sudah sulit mendengar, dan keduanya tinggal di gubuk reyot berlantaikan tanah yang bocor saat hujan datang.
Meski tubuhnya sakit, Mbah Satari tetap memilih bekerja.
“Kalau saya gak jualan hari ini, besok kami makan apa?” – ucap beliau lirih.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
