Facebook Pixel
Campaign Image 1

Hati yang Tulus. Apresiasi Pejuang Porter Kereta

Rp 100.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
74 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Abah Een (71 tahun) adalah sosok pejuang sejati yang telah menghabiskan lebih dari 40 tahun hidupnya sebagai porter di sebuah stasiun kota. Di usia yang seharusnya digunakan untuk beristirahat dan beribadah dengan tenang, Abah masih tegak berdiri di antara hiruk-pikuk peron, menawarkan tenaganya untuk memanggul beban milik orang lain. Semua itu ia lakukan demi memenuhi amanah sebagai kepala keluarga, menjaga sang istri yang kini tengah berjuang melawan penyakit sesak napas, serta memastikan masa depan putra bungsunya yang masih duduk di bangku sekolah.


  Namun, raga tak lagi bisa berdusta pada usia. Saat ini, Abah Een tengah diuji dengan penyakit prostat yang membuat setiap langkahnya terasa berat dan menyakitkan. Meski dokter telah memberikan peringatan keras agar Abah tidak lagi melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga, Abah tetap memaksakan diri memanggul beban demi beban.


  Baginya, rasa sakit di tubuhnya tak sebanding dengan rasa perih jika melihat anak dan istrinya kelaparan. Di stasiun yang ramai itu, Abah seringkali hanya membawa pulang upah 10 hingga 15 ribu rupiah per hari—jumlah yang hanya cukup untuk sesuap nasi dan tempe, jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pengobatan.


  Himpitan ekonomi kini membuat pengobatan Abah terhenti. Sudah lebih dari satu bulan Abah tidak mampu melakukan kontrol rutin ke rumah sakit karena ketiadaan biaya operasional dan ongkos perjalanan. Persediaan obat yang selama ini meredam rasa sakitnya pun kian menipis, menyisakan kekhawatiran mendalam di hati sang istri. Dalam sunyi, Abah menyimpan sebuah harapan sederhana: ia ingin memiliki Kios Isi Ulang Air Galon dan Gas LPG.


  Sebuah ikhtiar agar ia bisa tetap mencari nafkah tanpa harus mempertaruhkan sisa kesehatannya dengan memanggul beban berat di stasiun.


  Secara spiritual, Abah Een adalah cerminan dari kemuliaan seorang mukmin yang menjaga kehormatan dirinya dengan terus bekerja keras (iffah). Rasulullah ﷺ bersabda:


  "Barangsiapa yang pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja mencari nafkah yang halal dengan tangannya sendiri, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah." (HR. Ahmad).


  Setiap langkah lelah Abah adalah tasbih nyata, dan setiap beban yang ia panggul adalah saksi bisu ketaatannya kepada Sang Pencipta dalam menjaga titipan-Nya.


  Mari kita menjadi jawaban atas doa-doa Abah Een di sujud terakhirnya. Uluran tangan kita bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, melainkan tentang memuliakan masa tua seorang pejuang nafkah. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan prostat Abah, biaya sekolah sang anak, serta mewujudkan modal usaha kios yang ia impikan.


  #Temanbaiakm mari kita ringankan beban di pundak renta Abah, agar di sisa usianya, beliau bisa hidup lebih sejahtera dan beribadah dengan lebih tenang tanpa harus menahan perihnya sakit dan beban yang teramat berat.



HomeBagikan
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id