Ditinggal Ibu, Jangan Biarkan Yatim Piatu Berjuang Sendiri

“Maaf ya, Dek… kakak belum bisa kasih semuanya buat kamu.”
Kalimat itu pelan diucapkan Sodiq sambil melihat adiknya, Aisyah.
Di depan gerbang sekolah, dua anak kecil berdiri dengan bakul kecil di tangan. Mereka bukan sedang menunggu dijemput orang tua, juga bukan ingin bermain seperti anak-anak lain. Mereka menunggu teman-teman sekolah keluar saat istirahat… berharap ada yang membeli dagangan kecil yang mereka bawa.
Begitulah cara Sodiq dan Aisyah bertahan hidup.
Sodiq dan Aisyah adalah kakak beradik yatim piatu. Ayah mereka sudah lama meninggal, sementara ibu mereka pergi tanpa kabar. Sejak saat itu, hanya nenek mereka yang merawat keduanya. Tapi kondisi nenek sudah sangat lemah. Tubuhnya sering sakit dan lebih sering terbaring di rumah kecil mereka yang sederhana. Dindingnya dari papan tua, dan kalau hujan turun, air sering menetes dari atap. Sepulang sekolah, Sodiq dan Aisyah tidak langsung pulang untuk istirahat atau bermain. Mereka berjalan menyusuri jalan dan sekolah-sekolah lain, menjajakan dagangan sampai sore. Kadang dagangannya laku, kadang tidak sama sekali.
Padahal Sodiq masih anak sekolah dasar. Tapi di usia sekecil itu, ia sudah terbiasa memasak sendiri untuk adiknya dan neneknya. Ia juga mencuci baju, menyapu rumah, dan menenangkan Aisyah saat menangis karena lapar atau kelelahan. Sodiq berusaha kuat… karena ia tahu tidak ada lagi orang lain yang bisa diandalkan. Mereka bahkan hanya punya satu baju sekolah, seragam Pramuka yang dipakai dari Senin sampai Sabtu. Baju itu juga yang dipakai setelah pulang sekolah, bahkan sampai tidur. Suatu malam, di rumah kecil yang hanya diterangi lampu redup, Sodiq menyelimuti Aisyah yang tertidur di lantai.
Pelan ia berbisik,
“Maaf ya Dik… kakak belum bisa beliin baju baru buat kamu.”
Di sudut ruangan, nenek mereka hanya bisa menatap dengan mata berkaca-kaca. “Saya cuma ingin mereka bisa sekolah… bisa makan cukup… saya sudah tidak kuat bekerja,” katanya lirih. Di tengah semua kekurangan ini, Sodiq dan Aisyah masih tetap pergi ke sekolah setiap hari. Kadang dengan perut kosong, kadang harus jalan cukup jauh. Mereka cuma punya satu harapan sederhana: bisa terus sekolah dan punya masa depan yang lebih baik.
#TemanBaik, hari ini kita bisa bantu mereka. Sekecil apa pun bantuanmu, bisa jadi harapan besar untuk Sodiq dan Aisyah. Yuk, jadi bagian dari cerita baik untuk mereka.
Klik DONASI SEKARANG, dan titipkan doa terbaikmu untuk masa depan Sodiq dan Aisyah.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
