Kaki Sakit Tak Menghentikan Abah Uyung Berjualan

Setiap pagi hingga sore, Abah Uyung berangkat berjualan sistik dan kerupuk keliling. Bukan karena pekerjaannya mudah, tetapi karena hanya dengan cara inilah Abah berusaha memenuhi kebutuhan hidup bersama istrinya.
Abah Uyung, 50 tahun, memiliki keterbatasan pada kaki dan tangannya. Namun, keterbatasan fisik tidak membuat Abah menyerah.
Selama lebih dari tiga tahun, Abah tetap berjualan keliling. Dalam sehari, ia bahkan bisa berjalan hingga sekitar 10 kilometer demi mencari pembeli.
Sayangnya, perjuangan itu kini semakin berat.
Kaki Abah saat ini terkena tetanus. Kondisinya diperparah oleh kecelakaan ketika kakinya pernah terlindas mobil tangki hingga menyebabkan tumitnya hilang. Karena sakit dan takut kakinya semakin parah, bagian yang terluka harus dibalut kain agar tidak terkena kotoran.
Dalam kondisi seperti ini, Abah tetap memaksakan diri untuk berjualan.
Penghasilannya pun sangat kecil, hanya sekitar Rp15.000 per hari atau sekitar Rp450.000 per bulan. Sementara kebutuhan hidup dan pengobatan yang harus dipenuhi mencapai sekitar Rp1,5–2 juta setiap bulan.
Ketika dagangan tidak laku, Abah sering kali harus berhutang untuk mendapatkan modal kembali.
Abah ingin memiliki modal usaha sendiri agar bisa terus berjualan dan menikmati hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di saat yang sama, Abah juga sangat membutuhkan biaya untuk mengobati tetanus yang sudah lama dideritanya.
Karena itu, bantuan yang diberikan bukan hanya tentang membantu Abah hari ini.
Bantuan ini adalah kesempatan bagi Abah untuk kembali memiliki modal, mendapatkan pengobatan yang layak, dan tetap berjuang hidup mandiri tanpa harus terus berhutang.
Mari bantu Abah Uyung mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih layak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
