Kehilangan Satu Tangan Arif Tetap Berjuang Menghidupi Ibunya

“Sekarang buka bengkel sendiri mas, soalnya gimana ya, kondisi kayak gini ya susah mencari kerja.”
Kalimat itu disampaikan Arif, pemuda 27 tahun yang kini berjuang menghidupi dirinya dan sang ibu, Syarifah (52 tahun), hanya dengan satu tangan.
Pada 2021, sebuah kecelakaan motor mengubah hidup Arif. Pembuluh darah dan saraf di tangan kanannya mengalami kerusakan parah hingga akhirnya harus diamputasi.
Sebelum kecelakaan, Arif bekerja sebagai customer service di salah satu perusahaan di Jogjakarta. Ia tidak pernah memiliki pengalaman khusus di bidang perbengkelan.
Setelah kecelakaan, Arif sempat mengalami trauma dan tidak berani keluar rumah. Namun, perlahan ia mencoba bangkit. Ia memberanikan diri bekerja di sebuah bengkel milik orang lain dan belajar perbengkelan dari sana.
Sedikit demi sedikit, Arif belajar. Hingga akhirnya, sekitar sembilan bulan lalu, ia memberanikan diri membuka bengkel motor kecil di rumahnya sendiri.
Bengkelnya masih sederhana. Peralatan yang dimiliki pun belum lengkap.
Kondisinya membuat pekerjaan yang dilakukan Arif membutuhkan waktu lebih lama. Tidak banyak orang yang datang menggunakan jasanya. Dalam sehari, penghasilannya terkadang hanya sekitar Rp100.000–Rp200.000, itu pun tidak setiap hari ada pelanggan.
Untuk menambah penghasilan, Arif juga menjual bensin di bengkelnya. Keuntungannya hanya sekitar Rp1.000–Rp2.000 per liter.
Namun Arif tetap menjalaninya. Dari pagi hingga terkadang larut malam, ia terus berusaha agar dapur tetap mengepul.
Terlebih, sejak ayahnya meninggal tahun lalu, Arif menjadi satu-satunya tumpuan bagi ibunya.
“Sehari-hari ibu belanja dari saya, mas,” ujar Arif.
“Ibu mas... masih harus cari uang buat ibu.”
Bagi Arif, bekerja bukan hanya tentang dirinya sendiri. Ada seorang ibu yang harus ia jaga.
Sang ibu pun berharap anak satu-satunya itu selalu diberikan kesehatan.
“Sedih... anak satu-satunya jadi kayak gini, setelah bapaknya... Semoga sehat terus Mas Arifnya.”
Di tengah segala keterbatasannya, Arif tidak meminta banyak. Ia hanya ingin bengkelnya bisa berkembang agar penghasilannya lebih stabil.
“Spare part, mas. Selain kunci-kunci buat bengkel,” ujar Arif ketika menyampaikan harapannya.
Sahabat Kebaikan, kita bisa membantu Arif melengkapi peralatan dan kebutuhan bengkel yang masih terbatas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membuat Arif lebih mudah menjalankan usahanya, meningkatkan peluang penghasilan, dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama ibunya.
Karena di balik bengkel kecil itu, ada seorang anak yang sedang berusaha keras agar ibunya tetap bisa makan dan hidup dengan layak.
Mari bantu Arif melengkapi bengkelnya dan menguatkan langkahnya untuk terus mandiri.
Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga menjadi jalan bagi Arif untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan merawat ibunya dengan penuh kasih.
Yuk, bantu Arif hari ini.
Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Arif dan keluarganya. Apabila terdapat kelebihan dana, akan dialokasikan untuk subsidi silang program sosial serupa lainnya di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
