Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Hafiz Quran Tunanetra Berjuang Hidup

Bantu Hafiz Quran Tunanetra Berjuang Hidup

Rp 0Terkumpul dari Rp 42.000.000
28 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

“walaupun Tunanetra saya juga punya cita-cita. Saya ingin jadi Imam di Mekah seperti Syekh Mishyari Rasyid”

  Agus Prayogo adalah Anak Disabilitas (Tunanetra) Penghafal Qur’an berusia 24 tahun. Kemampuan menghafal Qur’an nya sangat luar biasa. Dengan keterbatasannya tersebut, Agus mampu menghafal bukan hanya 1, 2 atau 10 juz, namun 30 juz. Tidak berhenti hanya sampai disitu saja, Agus pun juga hafal tafsir dan artinya.

“Setiap hari saya memutar Murottal Qur’an melalui kaset (tape). Mungkin Agus ini tidak dapat apa-apa di dunia, tapi harus ada bekal di akhirat” Ujar Bu Karmini, Ibunda Agus.

  Agus merupakan anak yatim. Saat agus masih kecil ayahnya meninggal karena sakit. Di dalam rumah yang sederhana, Agus tinggal berdua bersama ibunya. Kakaknya yang sudah menikah, kini tinggal di rumah yang berbeda dengan Agus dan Ibunya.

  Bu Karmini lah yang selama ini menafkahi Agus. Bu Karmini bekerja sebagai penyadap karet di kebun milik orang lain.

“Sehari bisa dapat 50 ribu. Tapi itu dibagi dua, 35 ribu untuk yang punya kebun. Untuk sayanya 15 ribu. Bayarannya per hari. Kalo sekarang saya sering asam urat, jadi seminggu bisanya 3 hari saja. Ayahnya Agus berpesan kami tidak boleh meminta-minta, harus kerja keras” ungkap ibu Agus

Sangat Luar biasa mendengar perjuangan Bu Karmini untuk menafkahi Agus.

  tak jarang Agus juga ikut membantu ibunya di kebun saat menyadap karet dan Agus membantu membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh

  Bahkan dulu Ibu Agus pernah sangat sakit hatinya ketika ada seseorang yang mau membantu namun malah dengan kata-kata kasar.

  “Dulu ada orang mau bantu, tapi dia bilang mana “si buta itu”, ini aku mau kasih duit nih. Hancur hati saya Pak, kami tau kami orang susah tapi demi Allah kami dak mau minta-minta”

  “Agus katanya kedinginan dan beli kasur, jadi saya beli ke toko kasur. Saya bilang ke tokonya, jangan kirim kasurnya ke rumah dulu ya sampai benar-benar lunas. Alhamdulillah lebih dari satu tahun bisa diantar kasurnya”

  Ibunya bercerita dulu pernah memasukkan Agus ke SLB, tapi Agus dulu malah disiksa sama temannya yg kelainan mental, mukanya di sikat pakai sikat WC, tangannya di jepit dipintu, sampai saat Ibunya berkunjung ke asrama SLB, badan agus biru-biru.

“Saya dak tahan Pak, 6 bulan saya keluarkan, setiap saya kesana, dia nangis terus, sudahlah belajar dirumah, nanti kalo ada pesantren yang menerima tunanetra, nanti pengen saya masukkan kesana” Ujar Ibu Karmini

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id