Facebook Pixel
Ngesot Sejak Kecil, Mang Agus Berjuang Bertahan Hidup

Ngesot Sejak Kecil, Mang Agus Berjuang Bertahan Hidup

Rp 0Terkumpul dari Rp 10.000.000
Sudah Berakhir
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Mang Agus (44 tahun) menjalani hidup dengan keterbatasan fisik sejak ia dilahirkan.


  Tangan dan kakinya menekuk kaku akibat proses persalinan yang tidak sesuai standar medis. Saat itu, orang tuanya tidak mampu melahirkan di bidan, apalagi di rumah sakit. Mang Agus lahir dengan bantuan mantri desa, dalam kondisi serba keterbatasan sejak detik pertama hidupnya.


  Sejak kecil, hidup Mang Agus tidak pernah mudah. Ia tumbuh berbeda dari anak-anak lainnya. Cara berjalannya pun tidak seperti orang pada umumnya, Mang Agus harus menggeser tubuhnya (ngesot) untuk berpindah tempat.


  Perbedaan itu membuatnya sering menjadi bahan ejekan dan ledekan teman-temannya. Tawa yang terdengar ringan bagi orang lain, menjadi luka yang dibawa Mang Agus bertahun-tahun lamanya.


  Bahkan dulu, Mang Agus pernah dianggap tidak akan bertahan hidup lama. Namun ia memilih bertahan, bukan hanya untuk hidup, tetapi untuk membuktikan bahwa dirinya juga berhak menjalani hidup dengan bermartabat.


  Waktu terus berjalan, orang tua Mang Agus satu per satu meninggal dunia. Sejak itu, Mang Agus hidup seorang diri. Tidak ada tempat mengadu, tidak ada bahu untuk bersandar. Hanya tubuh yang lemah dan hati yang terus dipaksa kuat.


  Meski memiliki keterbatasan fisik yang berat, Mang Agus menolak menyerah pada keadaan. Ia bekerja sebagai buruh perkebunan dengan segala keterbatasannya. Pekerjaan yang bagi orang lain terasa berat, bagi Mang Agus terasa jauh lebih menyakitkan. Namun ia tetap melakukannya demi bisa makan dan bertahan hidup.


  Upah yang diterima Mang Agus hanya sekitar Rp30.000 per hari. Jumlah yang sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Di tengah kondisi hidup yang serba kekurangan, Mang Agus tetap memegang prinsip yang begitu kuat dan menyentuh hati:


“Selama masih hidup, saya tidak mau merepotkan orang lain.”


  Sahabat Aksi, sungguh menggetarkan hati cerita perjuangan kehidupan sahabat sahabat disabilitas seperti Mang Agus ini. Yuk kita bantu perjuangan mereka dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara :


  1. Klik tombol Donasi Sekarang.
  2. Masukan Nominal Donasi.
  3. Pilih Metode Pembayaran (GoPay/ LinkAja/ BNI/ Mandiri/ BCA/ BRI/ BSI/ Kartu Kredit).
  4. Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.


  Sahabat aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.

------------------------------------------------------------------

Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :

   Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121

Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :

Izin KEMENKUMHAM

NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024

Hubungi Kami di :

0821 2945 4553 (Call Center)

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id