Bersihkan Hati Sucikan Jiwa, Donasimu Hidupi Para Dhuafa

Istrinya Meninggal, Kini Abah Udin Menjalani Masa Tua Seorang Diri di Gubuk Berdinding Spanduk Bekas
"Sekarang kalau pulang jualan, udah ga ada lagi yang nunggu kaya biasanya."
Kalimat itu menjadi kenyataan pahit yang harus dijalani Abah Udin di usia 82 tahun. Setelah sang istri meninggal dunia, Abah kehilangan tempat pulang. Beliau tak lagi tinggal di rumah yang dulu ditempatinya, hingga akhirnya warga sekitar berinisiatif membuatkan sebuah gubuk kecil berdinding spanduk bekas agar Abah punya tempat berteduh.
Namun, perut tak bisa menunggu. Setiap hari Abah tetap berjalan lebih dari 30 kilometer menjajakan sapu lidi dan anyaman bambu. Seharian berkeliling hanya memberinya penghasilan sekitar Rp10.000–Rp15.000. Bahkan sering kali Abah pulang tanpa membawa uang sama sekali karena tak ada satu pun dagangannya yang laku.
Di usia ketika banyak orang menikmati masa tua bersama keluarga, Abah justru harus bertahan hidup seorang diri, pulang ke gubuk kecil yang sunyi, tanpa kehadiran sang istri, tanpa tempat bersandar, dan tanpa kepastian untuk esok hari.
TemanBaik, yuk temani perjuangan Abah Udin. Donasi darimu untuk Abah bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup beliau sekaligus menghadirkan harapan agar sisa usia Abah dapat dijalani dengan lebih tenang dan layak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
