Dukung Albi Pemuda yang Kehilangan Masa Depan Setelah Kecelakaan Kerja

“Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim)
Di usia yang seharusnya menjadi masa paling produktif untuk bekerja, berkarya, dan merajut masa depan, Albi Redha justru hanya bisa terbaring tak berdaya. Pemuda kelahiran tahun sembilan puluhan akhir ini kini harus menjalani hari-hari dengan tubuh yang tidak lagi mampu digerakkan seperti dahulu. Ketika diajak berkomunikasi, Redha hanya mampu memberikan respons yang sangat sederhana melalui anggukan atau gelengan kepala yang lemah. Untuk sekadar makan, ia harus bergantung sepenuhnya pada selang makanan; untuk mandi, tubuhnya harus dibersihkan menggunakan waslap dengan bantuan orang lain; dan untuk hampir seluruh aktivitas harian, Redha kehilangan kemandiriannya secara total.
Kondisi pilu ini bukanlah takdir sejak lahir, melainkan buah dari sebuah peristiwa tragis di tempat kerja yang mengubah seluruh jalan hidupnya seketika. Sekitar lima tahun lalu, Redha adalah seorang pemuda sehat yang bekerja di sebuah perusahaan besar dengan penuh harapan. Namun, sebuah kecelakaan kerja merenggut segalanya ketika ia terpapar gas yang diduga mengandung zat beracun hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Paparan zat berbahaya tersebut berdampak sangat serius pada fungsi otaknya. Setelah menjalani rangkaian perawatan, Redha pulang dalam keadaan yang jauh berbeda. Pemuda yang dahulu sigap mencari nafkah kini tidak lagi mampu berdiri, berjalan, maupun mencari penghidupan, sementara sisa santunan perlahan habis untuk menopang biaya hidup dan pengobatan.
Ujian hidup Redha semakin berat tatkala ia harus menghadapinya seorang diri tanpa tempat mengantungkan harapan kepada keluarga, sebab kedua orang tuanya telah dipanggil oleh Sang Pencipta. Di tengah keterasingan dan kesendiriannya, kebaikan hati seorang teman hadir menampung dan meminjamkan tempat tinggal agar Redha tidak terlantar di jalanan. Namun, kebaikan seorang teman tentu memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan medis Redha berjalan setiap hari. Ia membutuhkan asupan nutrisi gizi khusus, perlengkapan harian, serta berbagai alat kesehatan yang tidak murah untuk menunjang kondisinya yang rapuh.
Lima tahun sudah Redha berjuang dalam kesunyian dan keterbatasan fisik yang mendera. Ia tidak meminta masa lalunya kembali, namun ia sangat berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, makanan yang bergizi, perawatan yang manusiawi, serta alat kesehatan yang menopang hari-harinya. Di saat tidak ada lagi keluarga yang menjaganya, kepedulian kita adalah perpanjangan tangan yang dapat menjadi alasan baginya untuk terus bertahan hidup.
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita betapa mulia dan utamanya menolong sesama hamba yang berada dalam kesusahan dan keterdesakan. Albi Redha adalah cermin ketabahan seorang pemuda pejuang yang membutuhkan uluran tangan hangat kita semua agar hari-harinya tidak lagi dilalui dalam kesendirian dan penderitaan.
Melalui gerakan kebaikan ini, setiap bantuan yang Anda titipkan akan disalurkan secara utuh untuk menopang kelangsungan hidup Albi Redha. Kepedulian Anda akan diwujudkan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan makanan bergizi dan nutrisi khusus harian, penyediaan berbagai alat kesehatan (alkes) penunjang perawatan medis, serta pembiayaan kebutuhan hidup dan perlengkapan harian Redha di tempat tinggalnya.
Mari bersama kita ringankan beban Albi Redha dan tunjukkan bahwa ia tidak pernah berjalan sendirian di dunia ini. Setiap rupiah yang Anda sisihkan akan menjadi aliran pahala jariyah yang tak terputus, pembersih harta, serta penolong kita di hari akhir kelak.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
