Dukung Ibu Hebat Pejuang Hidup Layak untuk Sang Anak

“Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Kasihilah siapa yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan mengasihimu.” (HR. Tirmidzi)
Bikmat Kasih Ibu di Rumah Bilik Bambu Pelosok Bukit
Di sebuah rumah sederhana berdinding bilik bambu di atas bukit kawasan Curug Cinulang, jauh dari hiruk-pikuk kota, hiduplah Dias Ramadhan (10 tahun) bersama ibunya, Bu Mimin. Sejak lahir, Dias divonis mengidap Cerebral Palsy (CP). Tangannya kaku, tubuhnya tak mampu duduk apalagi berdiri, dan setiap aktivitasnya bergantung penuh pada sang ibu. Bahkan untuk menelan makanan pun Dias sering kali kesulitan.
Bagi Bu Mimin, tak ada kata lelah. Setiap fajar, ia memandikan, mengganti pakaian, hingga memijat lembut kaki dan tangan kaku Dias agar rasa nyerinya berkurang. Tak pernah terucap kata keluh dari bibirnya.
Rela Jadi Buruh Cuci Demi Obat dan Nutrisi Sang Buah Hati
Setelah memastikan Dias nyaman, Bu Mimin berjuang mencari sesuap nasi. Dari kampung ke kampung, ia menjual makanan titipan tetangga atau menjadi buruh cuci. Upah terbesar yang pernah diterimanya hanya sekitar Rp50 ribu, itu pun tidak setiap hari. Sering kali ia pulang hanya membawa belasan ribu rupiah, bahkan tanpa uang sama sekali. Suaminya yang bekerja serabutan membuat kondisi dapur mereka kerap kali sunyi.
Ujian terberat menghantam ketika kondisi Dias memburuk hingga harus dilarikan ke ruang PICU rumah sakit. Tanpa tabungan, Bu Mimin terpaksa meminjam uang ke sana-sini demi ongkos transportasi dan kebutuhan mendesak selama mendampingi Dias di rumah sakit. Utang pun menumpuk, dan terapi rutin Dias terpaksa berhenti di tengah jalan karena tak ada lagi biaya.
"Ya Allah... kalau bukan Engkau yang menguatkan, saya tidak tahu harus bagaimana lagi," bisik Bu Mimin dalam doa sunyinya di sepertiga malam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang melapangkan satu kesulitan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
#TemanBaik, Mari Jaga Sesama dan Ringankan Beban Perjuangan Bu Mimin
Sepuluh tahun berlalu, Dias masih setia menunggu kesempatan untuk bisa kembali menjalani terapi, mendapatkan fasilitas alat bantu yang layak, serta gizi yang memadai.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
