Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Dukung Pejuang Nafkah Lansia

Dukung Pejuang Nafkah Lansia

Rp 7.627.239Terkumpul dari Rp 20.000.000
34 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Barangsiapa yang membahagiakan anak-anak (atau keturunannya) dan mencukupi kebutuhan mereka, maka ia akan bersamaku di surga.”


  Tubuh Ringkih yang Menantang Jarak 17 Kilometer Di usia senja 73 tahun, Abah Koko seharusnya menghabiskan hari-hari dengan beristirahat di rumah. Namun, cinta mengalahkan rasa lelahnya. Dengan tubuh yang kian ringkih dan tertatih, Abah Koko setiap hari berjalan kaki keliling sejauh 17 kilometer demi menjajakan pisang di bawah terik matahari dan kepulan debu jalanan.


  Menahan Lapar dan Sakit Demi Sekolah Sang Cucu Abah mulai melangkah dari pagi buta hingga sore hari. Jika sepi, Abah memilih bertahan hingga larut malam agar pisang-pisang yang dibawanya tidak membusuk sia-sia. Perjuangan tanpa kenal lelah ini menghasilkan untung yang teramat minim—hanya sekitar 15 hingga 25 ribu rupiah sehari. Bahkan, tak jarang Abah terpaksa pulang hanya membawa uang 9 ribu rupiah.

  Demi menyisihkan uang untuk biaya sekolah cucu tercinta, Abah Koko rela menekan perutnya sendiri.


  Beliau sering kali hanya makan nasi saja tanpa lauk. Lebih menyedihkan lagi, di tengah perjalanan jauhnya, Abah sering kali didera sesak napas akut dan rasa sakit yang hebat pada kakinya. Namun, Abah belum pernah sekalipun berobat ke dokter. Baginya, setiap rupiah yang ada harus diutamakan untuk masa depan sang cucu, bukan untuk kesehatannya sendiri.


Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang meringankan beban orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)


  Prinsip Mulia dan Impian di Sisa Usia Bagi Abah Koko, senyuman cucunya adalah segalanya. Tanpa sedikit pun patah semangat, beliau memegang prinsip untuk terus berjuang selama raga masih mampu bergerak.


  #Temanbaik Di balik peluh yang menetes, Abah memendam impian sederhana: beliau ingin sekali memiliki lapak atau kios pisang tetap di pasar. Abah ingin berhenti berjalan belasan kilometer yang menyiksa fisiknya, agar bisa berjualan dengan lebih layak dan aman di usia tuanya.


#TemanBaik, mari kita kumpulkan pahala terbaik kita untuk Abah Koko.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id