Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Bu Susmiati Melawan Kanker Serviks

Bantu Bu Susmiati Melawan Kanker Serviks

Rp 0Terkumpul dari Rp 80.000.000
122 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Bu Susmiati, 40 tahun, tinggal di Taman Yasmine Kebun, Batam. Saat ini, ia terbaring lemah dan membutuhkan pendampingan dalam menjalani pengobatan.


  Penyakitnya bermula pada akhir 2024 ketika mengalami pendarahan berlebihan. Bu Susmiati memiliki riwayat kanker serviks dan telah menjalani kemoterapi hingga ke Pekanbaru, dua kali operasi, serta pengangkatan rahim pada 2025. Kondisinya sempat membaik, tetapi pada Mei 2026 ia kembali mengalami sakit perut akibat intususepsi atau usus terlipat.


  Pada 26 Juni 2026, Bu Susmiati menjalani operasi kolostomi atau pembuatan anus buatan di perut. Berdasarkan surat keterangan dokter RS Awal Bros Batam, ia kembali dirawat selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Juli 2026. Diagnosis yang tercantum adalah syok hipovolemik, muntah disertai dehidrasi berat, asupan makan dan minum yang rendah, riwayat kanker serviks, kondisi setelah operasi perut, serta kadar natrium darah yang sangat rendah.


  Kini, Bu Susmiati sering mengerang kesakitan, sulit berjalan, serta harus dibantu anaknya untuk makan dan membersihkan luka di perut. Ia masih membutuhkan kontrol dan pengobatan lanjutan.


  Suaminya, Pak Carmin, juga tidak dapat bekerja setelah mengalami kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian. Tangannya patah, sedangkan dada dan pinggangnya sakit hingga membuatnya sulit bergerak. Sebelumnya, Pak Carmin bekerja serabutan sebagai tukang bangunan, sedangkan Bu Susmiati merupakan ibu rumah tangga. Kini, keduanya tidak memiliki penghasilan.


  Mereka memiliki tiga anak. Rizki terpaksa putus sekolah saat duduk di kelas dua Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 Batam Kota karena mendampingi ibunya berobat. Ridho masih duduk di kelas lima Sekolah Dasar Negeri 06 Batam Kota. Anak bungsunya, Ringga yang berusia tiga tahun, terpaksa dititipkan di yayasan panti asuhan agar lebih terurus karena kedua orang tuanya masih sakit.


  Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, keluarga ini bergantung pada bantuan tetangga, donasi teman-teman Pak Carmin, dan Program Keluarga Harapan. Mereka belum pernah menerima bantuan penggalangan dana dari pihak lain.


  Di tengah rasa sakit dan keterbatasan ekonomi, harapan Bu Susmiati hanya satu, yaitu dapat kembali sehat dan berkumpul bersama keluarganya.

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id