Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu 40 Santri Tuli Menghafal Al-Quran

Bantu 40 Santri Tuli Menghafal Al-Quran

Rp 69.094.218Terkumpul dari Rp 100.000.000
69 Hari
522Donasi
0Kabar Terbaru
76Doa
Info Campaign

  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631)" Salah satu amalan cerdas seorang muslim adalah dengan bersedekah untuk membantu pendidikan para penghafal Al - Qur'an. Selama para santri terus belajar menghafal Qur’an, selama itu pula pahala akan terus mengalir tanpa henti kepada kita yang bersedekah, walaupun kita sudah meninggal dunia. Masyaa Allah…




  Pondok Pesantren Tuli “ABATA” yang berlokasi di Temanggung ini sudah berdiri sejak 7 tahun yang lalu. Awalnya, anak dari pendiri ponpes ini dititipkan anak spesial oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Berangkat dari kebingungan mereka bagaimana caranya agar bisa mengajari putrinya membaca Al-Qur’an sehingga bisa menjadi hafidzah, maka berdirilah ponpes tunarungu ini. Dari yang awalnya hanya 3 santri, sekarang ponpes ABATA memiliki 40 anak tuli yang belajar ilmu agama dan menghafal Al -Qur'an dengan metode bahasa verbal dan bahasa isyarat agar mereka dapat memahaminya dengan mudah. Dibalik segala keterbatasannya, santri-santri tuli di Ponpes Abata ini sangat bersemangat mempelajari ilmu agama dan hafalan Al-Quran. Kondisi bangunan Pondok Pesantren Tuli "ABATA" saat ini sudah sangat tidak memadai untuk menampung semangat belajar para santri yang terus bertambah. Dari yang awalnya hanya memiliki 3 santri, kini ponpes ini harus memfasilitasi 40 anak tuli, sehingga mereka terpaksa menggunakan ruangan secara bergantian untuk belajar. Keterbatasan ini bahkan membuat sebagian santri harus belajar di luar ruangan tanpa atap, serta tidur dalam kondisi berdesak-desakan karena minimnya ruang istirahat. Di sisi lain, terdapat ratusan anak tuli yang masih mengantri untuk masuk, namun keinginan mereka terhambat oleh kapasitas bangunan yang sangat terbatas.




  Usaha awal dimulai dari tekad Ustadz Muklisin dan istrinya yang tidak putus asa mencari cara agar putri tunarungu mereka bisa mengenal Allah dan menjadi hafidzah. Mereka membuka sanggar belajar khusus anak tunarungu dengan mengontrak rumah yang saat itu baru menampung 3 orang anak. Upaya ini kemudian berkembang setelah mereka mengunggah informasi sanggar tersebut ke media sosial, yang memicu antusiasme besar dari masyarakat hingga akhirnya ada dermawan yang mewakafkan tanah untuk pembangunan pondok setelah mereka mengontrak selama kurang lebih 2 tahun.


  Bayangkan semangat luar biasa dari 40 santriwati tunarungu di Pondok Pesantren ABATA yang berjuang menghafal Al-Qur'an dalam sunyi. Meski didirikan tanpa memungut biaya sepeserpun, kondisi fasilitas saat ini sangat memprihatinkan karena mereka harus berbagi kamar sempit berukuran 2x2 meter yang diisi hingga 6 orang. Keterbatasan ruang ini memaksa sebagian santri belajar di luar ruangan tanpa atap dan tidur berdesak-desakan. Untuk memanusiakan tempat tinggal mereka dan mewujudkan mimpi para calon hafidzah ini, dibutuhkan dana pengembangan yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dana tersebut akan difokuskan untuk membangun tambahan kamar tidur yang layak serta mendirikan mushola pertama bagi yayasan agar para santri memiliki pusat ibadah yang memadai. Mari menjadi bagian dari sejarah pembangunan pesantren tunarungu pertama ini; setiap rupiah yang Anda berikan adalah investasi akhirat yang akan terus mengalirkan pahala jariyah seiring dengan setiap ayat suci yang mereka hafalkan dalam isyarat.




  Diluar sana ada banyak ratusan anak tuli yang mengantri untuk belajar menghafal Al - Qur'an dan ilmu agama di Ponpes Abata. Namun lagi - lagi tempat mereka untuk belajar sangatlah terbatas.


  #TemanBaik, mari bantu wujudkan mimpi para santri tunarungu di Ponpes ABATA. Klik 'DONASI SEKARANG' dan jadilah kebaikan untuk mereka!

Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id