Bantu Puluhan Anak Dhuafa Berjuang Melawan Sakit Berat

Fera, Anak Sopir Angkot yang Berjuang Melawan Sakit di Wajahnya
Di usia 8 tahun, seharusnya Fera Septiana sedang menikmati masa kecilnya.
Bermain bersama teman-teman, belajar di sekolah, dan tumbuh dengan ceria seperti anak-anak seusianya.
Namun hidup Fera berubah sejak muncul benjolan di wajahnya.
Awalnya mungkin terlihat seperti pembengkakan biasa. Tapi seiring waktu, kondisi itu semakin mengkhawatirkan. Pipi kanan Fera terus membesar dan membuat wajah kecilnya berubah.
Setelah menjalani pemeriksaan, Fera didiagnosis mengalami limfangioma R colli, yaitu pembengkakan abnormal yang menyerang bagian wajah dan lehernya.
Rasa sakit dan kondisi wajahnya membuat Fera tidak bisa menjalani hari-hari seperti anak-anak lain. Ia bahkan harus berhenti sekolah, padahal di usianya ia masih sangat ingin belajar, bermain, dan mengejar cita-citanya.
Di balik perjuangan Fera, ada kedua orang tuanya yang terus berusaha semampu mereka.
Ayah Fera hanyalah seorang sopir angkot dengan penghasilan yang tidak menentu. Setiap hari ia bekerja di jalan, berharap ada cukup uang untuk makan keluarga dan kebutuhan berobat anaknya.
Sementara ibunya membantu dengan berjualan kopi keliling. Dari penghasilan kecil itulah mereka bertahan, sambil terus memikirkan biaya pengobatan Fera yang tidak sedikit.
Bagi keluarga Fera, biaya transportasi, makan selama berobat, kebutuhan harian, dan pendampingan selama pengobatan menjadi beban yang sangat berat.
Namun, Fera bukan satu-satunya anak yang sedang berjuang.
Di luar sana, masih banyak anak-anak dhuafa yang sedang melawan sakit berat. Ada yang harus menjalani pengobatan panjang, ada yang membutuhkan kontrol rutin, ada yang tubuh kecilnya menahan rasa sakit setiap hari, bahkan ada yang harus terhenti pengobatannya karena terkendala biaya.
Sebagian dari mereka berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai buruh, pedagang kecil, sopir, petani, atau pekerjaan harian lain dengan penghasilan yang tidak menentu.
Mereka bukan tidak ingin berobat. Mereka hanya sering kali kalah oleh keadaan.
Biaya transportasi ke rumah sakit, kebutuhan makan selama mendampingi anak, obat yang tidak seluruhnya tertanggung, hingga kebutuhan harian keluarga membuat banyak anak sakit dari keluarga dhuafa harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pertolongan.
Padahal, sakit mereka tidak bisa menunggu.
Fera dan anak-anak pejuang sakit lainnya masih punya harapan untuk sembuh. Mereka masih ingin kembali sekolah. Mereka masih ingin bermain tanpa menahan sakit. Mereka masih ingin tumbuh dengan masa depan yang lebih baik.
#TemanBaik, melalui campaign ini, mari bersama bantu Fera dan anak-anak dhuafa lainnya yang sedang berjuang melawan sakit berat.
Bantuan dari kita akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pengobatan, transportasi, makan selama berobat, pendampingan pasien, serta kebutuhan darurat lainnya bagi anak-anak sakit dari keluarga kurang mampu.
Semoga setiap kebaikan yang kita titipkan menjadi jalan pertolongan, menjadi penguat bagi keluarga, dan menjadi harapan baru untuk Fera serta anak-anak dhuafa lainnya yang sedang berjuang untuk sembuh.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
