Hawari Berjuang Dengan Selang Di Hidung

Tadi saya bertemu anak yatim penjual sapu lidi. Namanya Hawari, usianya menginjak 13 tahun. Di hidungnya, dipasang selang karena sakit meningitis. Sejak Hawari jatuh sakit dan ayahnya wafat, dia berhenti sekolah. Kini Hawari harus berjuang jualan sapu lidi agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
***
Usianya baru menginjak 13 tahun, namun Hawari sudah harus menjadi tulang punggung keluarganya. Sang ayah sudah wafat beberapa tahun lalu yang membuatnya kini harus jualan sapu lidi keliling dengan kondisi sakit demi sesuap nasi.
Hawari sakit meningitis yang membuatnya harus memakai selang di hidung. Tidak hanya itu, Hawari juga tidak bisa bicara dengan lancar yang membuatnya bicara dengan bahasa isyarat.
Setiap hari, Hawari keliling dengan membawa sapu lidi di pundaknya. Di hidungnya juga tidak bisa lepas dari sebuah selang yang membantunya selama ini. Selang inilah yang menjadi tumpuan kehidupan bagi Hawari untuk makan dan minum.
Sebelum sakit, Hawari adalah anak yang rajin. Ia masih bisa sekolah, mengaji, dan bermain bersama teman sepantarannya. Namun kini, kondisi Hawari pun kian memprihatinkan. Bahkan dia sering dibully karena berhenti sekolah dan jualan sapu lidi keliling.
–
Pemilihan penyaluran bantuan akan ditentukan berdasarkan urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan kesesuaian program dengan bantuan yang akan disalurkan.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
