Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Investasi Langit dengan Menjadi Orang Tua Asuh Anak Kekasih Allah

Investasi Langit dengan Menjadi Orang Tua Asuh Anak Kekasih Allah

Rp 1.210.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
113 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

Ikhsan (11)



  "Di saat anak seusianya menggenggam mainan, tangan Ikhsan justru erat memegang botol dagangan dan mendekap sang adik dalam gendongan."

  Namanya Ikhsan (11 tahun). Di usia yang masih sangat belia, ia sudah kehilangan sosok ayah. Statusnya sebagai anak yatim tak lantas membuatnya bermanja. sebaliknya, Ikhsan justru menjelma menjadi pelindung bagi adik kecilnya di tengah kerasnya jalanan.


  Setiap hari, sepulang sekolah, pemandangan mengharukan terpampang nyata. Langkah kaki mungil Ikhsan menyusuri aspal panas di bawah terik matahari yang seolah tak berbelas kasih. Di punggungnya, ada seorang adik kecil yang terus ia gendong sepanjang berjualan air mineral. Ikhsan tak punya pilihan, karena ibunya pun harus berjuang membanting tulang sebagai buruh cuci demi menyambung hidup keluarga mereka.

  Dari setiap botol yang berhasil terjual, Ikhsan hanya mengais untung dua ribu rupiah. Jumlah yang teramat kecil jika dibandingkan dengan peluh yang bercucuran dan rasa lelah di pundaknya. Semua itu ia lakukan demi satu tujuan, agar sang adik tidak perlu menangis karena lapar saat malam menjelang.


  #TemanBaik, Ikhsan adalah potret nyata tentang pengorbanan. Meski ia mengakui sering merasa iri melihat teman-temannya bisa bermain bebas, rasa sayangnya kepada sang adik mengalahkan segalanya. Ia rela membuang masa kecilnya di jalanan asal bisa melihat adiknya tersenyum.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  "Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini (beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengah)." (HR. Bukhari).


  Membantu Ikhsan adalah cara kita memuliakan seorang yatim yang sedang berjuang menjaga keluarganya. Sedekahmu hari ini bukan sekadar memberi uang, tapi memberikan "napas" bagi Ikhsan agar ia dan adiknya bisa hidup lebih layak dan tidak lagi terpanggang matahari jalanan.


---

Kinanti (14)




  “Barangsiapa yang memuliakan anak yatim dan merawat orang yang sakit, maka ia bersamaku di surga seperti dua jari ini.” (Kiasan HR. Bukhari)


  Dewasa Sebelum Waktunya di Pelosok Bandung Di balik dinginnya udara pelosok Tegalega, Kabupaten Bandung, ada pemandangan yang menggetarkan hati. Kinanti, seorang gadis kecil yang baru berusia 14 tahun, harus mengubur masa remajanya dalam-dalam. Di saat anak-anak seusianya asyik bermain dan fokus belajar, Kinanti justru pulang sekolah untuk memikul tanggung jawab besar: merawat Zikqri (6th), sepupunya yang mengalami disabilitas berat.


  Ketulusan Merawat Yatim Piatu Terlantar Diqri adalah seorang anak yatim yang juga ditinggalkan oleh ibunya pergi begitu saja. Tubuh kecilnya lumpuh, tidak bisa berbicara, dan tidak mampu bangun sendiri. Sejak usia 2 tahun—artinya sudah 4 tahun lamanya—Kinanti yang masih sangat muda dengan telaten memandikan, menyuapi, dan membersihkan tubuh Diqri tanpa pernah mengeluh atau merasa malu. Kinanti telah menjelma menjadi sosok "ibu" sekaligus pelindung bagi sepupu kecilnya itu.


  Gendong Sepupu Lumpuh Demi Jual Kue Balok Perjuangan hebat Kinanti tidak berhenti di dalam rumah. Demi bisa menyambung hidup dan membelikan popok untuk Diqri, Kinanti rela membawa Diqri ikut berjualan kue balok di kawasan Desa Gambung. Dari keuntungan jualan yang tak seberapa, Kinanti selalu mendahulukan kebutuhan perut dan popok Diqri di atas keinginan dirinya sendiri. Senyum tulus tak pernah lepas dari wajahnya, meski fisiknya teramat lelah.


Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:

  “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang dan cinta kasih bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya.” (HR. Muslim)


  #TemanBaik, Mari Kumpulkan Pahala Terbaik Anda Hari Ini Kinanti telah mengajarkan kita arti cinta yang tak bersyarat. Kini, saatnya kita mengulurkan tangan agar pundak kecilnya tidak patah memikul beban hidup yang begitu berat.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id