Bantu Bocah Penjual Gorengan Ingin Sekolahkan 2 Adik

Sejak berusia 7 tahun, Adit sudah berjualan gorengan sepulang sekolah demi membantu keluarganya memenuhi kebutuhan makan. Kini di usia 10 tahun, setiap hari Adit berjualan dari pukul 12 siang hingga sekitar pukul 4 sore. Gorengan tersebut didapatkan dari tetangganya dan dijual seharga Rp1.000 per buah dengan untung Rp200 dari 1 gorengannya. Dalam sehari, penghasilannya rata-rata hanya sekitar Rp20.000. Sekitar Rp10.000 diberikan kepada neneknya untuk membeli beras, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan Adit dan uang jajan 2 adik kembarnya.
Adit tinggal bersama kakek, nenek, ayah, paman, kakak, dan dua adik kembarnya dalam sebuah kontrakan kecil yang dihuni 8 orang. Mereka harus membayar Rp550.000 setiap bulan dan kini sudah menunggak selama 6 bulan. Kakeknya, Abah Wahyu, sudah buta total sejak tahun 2000 dan tidak lagi mampu bekerja. Neneknya, Nek Itoh, hanya sesekali mendapat pekerjaan buruh cuci dengan upah sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000. Sementara itu, penghasilan anak-anak Nek Itoh sebagai tukang bangunan juga belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh keluarga.
Kondisi tersebut membuat Adit harus tetap berjualan meski masih duduk di bangku sekolah. Ketika tidak ada pemasukan, keluarga mereka bahkan pernah hanya makan dengan air Royco atau garam. Kakek dan nenek Adit juga terkadang harus berpuasa agar cucu-cucunya tetap bisa makan. Adit pun pernah terjatuh saat berjualan hingga gorengan yang dibawanya ikut jatuh. Teman-teman sekolahnya mengetahui Adit berjualan dan beberapa kali mengejeknya, tetapi Adit tetap berjualan karena jika berhenti, kebutuhan makan keluarganya akan semakin sulit terpenuhi.
Kondisi ekonomi keluarga juga membuat dua adik kembar Adit, Yoga dan Yogi yang berusia 8 tahun, belum bisa bersekolah. Keduanya sering meminta kepada kakek dan neneknya agar bisa sekolah seperti kakaknya. Adit dan kakaknya, Wisnu, masih bisa bersekolah berkat perjuangan keluarga dan bantuan orang lain. Bahkan seragam, sepatu, dan tas mereka merupakan pemberian dermawan dan harus digunakan secara bergantian. Di sisi lain, Nek Itoh sendiri sedang menjalani perawatan karena luka pada kulit kepalanya, sementara keluarga masih harus memikirkan tunggakan kontrakan yang terus bertambah.
Adit seharusnya bisa menghabiskan waktunya untuk belajar dan bermain seperti anak-anak seusianya, bukan memikul tanggung jawab mencari uang untuk membantu keluarganya. Mari bantu Adit dan keluarganya agar bisa:
- kebutuhan dasar
- memastikan Adit bisa terus sekolah dan memiliki peralatan sekolah yang layak
- membantu adik-adiknya agar bisa segera sekolah kebutuhan dasar
- biaya tempat tinggal
Klik tombol donasi sekarang untuk menghadirkan keajaiban bagi Dek Adit.
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Belajar.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
