Sering Tahan Sakit Bantu Penjual Sapu Bertahan

Di umurnya yang semakin renta dan tidak sekuat saat muda, Mbah Sampur (63 tahun) masih memanggul sapu lidi dan pengki di pundaknya untuk bertahan hidup.
Langkahnya pelan, tubuhnya mudah lelah dan kurang sehat, namun setiap pagi beliau rela berjalan kiloan meter demi satu tujuan: menafkahi anaknya supaya bisa tetap makan dan sekolah.
Di rumah yang beratap bocor dan reyot ini, Mbah Sampurno tinggal berdua dengan putri semata wayangnya yang masih sekolah, Inasya. Sedangkan istrinya telah meninggal sejak 4 tahun lalu.
“Insya Allah mbah masih semangat buat kerja, nak. Tapi ndak lupa untuk ngobrol sama anak mbah– karena dia sudah kehilangan sosok ibunya, tempat dia mencurahkan seluruh hatinya. Sekarang hanya ada mbah yang bisa jadi telinga untuk anak mbah”, ungkap Mbah Sampurno.
Tidak jarang saat sedang jualan, tubuhnya gemetaran menahan lelah. Pundaknya yang membanggul sapu itu kian ringkih. Tetapi kalau dia tidak bekerja, bagaimana untuk bertahan?! Menyuruh anak untuk jualan? Mbah nggak mau!
Mbah tetap berjuang sebagai ayah tunggal yang bertanggung jawab dan tangguh untuk putri tercintanya.
Dalam hati, Mbah Sampurno memiliki satu harapan sederhana bisa punya modal usaha kecil di rumah, agar di usianya yang semakin menua, beliau tak lagi harus berjalan jauh memanggul sapu. Agar tubuhnya bisa sedikit beristirahat tanpa harus mengorbankan nafkah keluarga.
#TemanBaik, yuk jadi jawaban atas doa Mbah Sampurno! Sedikit bantuan dari kita dapat mengubah langkah beratnya menjadi harapan baru. Caranya Klik tombol “DONASI SEKARANG”

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
