Tangis Keluarga Kaki Bengkok di Rumah Bocor Butuh Uluran Anda

Di sebuah sudut desa di Bandung Barat, berdiri sebuah rumah sederhana yang sudah renta dimakan usia. Atapnya bocor, dinding-dindingnya lapuk, dan hanya satu kamar sempit yang harus menampung empat anggota keluarga. Dalam ruangan itu, privasi seakan menjadi kemewahan yang tak pernah mereka miliki, namun justru di sanalah harapan tumbuh dari hari ke hari.
Sang ibu, Febri, dan Juliansyah hidup dalam keterbatasan fisik. Ketiganya memiliki kondisi kaki bengkok yang membatasi langkah mereka. Rasa sakit selalu mengiringi hari sang ibu, sehingga hanya bisa beraktivitas di dalam rumah. Untuk bertahan hidup, mereka menggantungkan harapan pada peyek buatan sang ibu dan Febri—yang setiap pagi dan sore dijajakan keliling kampung oleh Febri dan Juliansyah. Dengan segala keterbatasan, mereka berkeliling dari satu desa ke desa lain, berharap hasil laba kecil jualan peyek cukup untuk makan dan kebutuhan harian, walau seringkali jauh dari cukup.
Harapan untuk sekolah pun nyaris padam. Febri ingin sekali lanjut ke tingkat SLTA, namun ketiadaan biaya seolah jadi tembok besar. Begitu pula Juliansyah, yang sempat putus sekolah karena sering diejek “cacat” oleh teman-teman sebaya. Namun, ketika tahu tentang adanya Sekolah Luar Biasa (SLB), semangat Juliansyah menyala lagi—ia ingin kembali belajar dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Di tengah keluarga ini, sang ayah sudah empat bulan tak bisa pulang. Ia pergi ke luar kota jadi buruh bangunan dan mengalami nasib malang, upahnya lenyap ditipu mandor. Sekarang, ia mencari nafkah di tempat lain, tetap sebagai buruh, namun belum punya ongkos untuk bisa kembali ke rumah kecilnya.
Hidup keluarga ini seperti menapaki jalan terjal tanpa alas kaki. Namun, mereka memilih untuk tetap berjuang, menolak menyerah pada keadaan. Harapan mereka sebenarnya sederhana: kesehatan untuk sang ibu, masa depan pendidikan untuk Febri dan Juliansyah, serta rumah yang lebih layak untuk ditempati.
Uluran tangan dan doa dari orang baik seperti Anda bisa menjadi cahaya, menguatkan langkah keluarga ini menuju masa depan yang lebih baik—sebuah langkah sederhana, namun membawa makna besar bagi mereka yang sedang berjuang tanpa lelah.
Saat ini, mereka membutuhkan:
✅ Biaya Sekolah
✅ Bantuan pangan dan kebutuhan harian
✅ Bantuan modal usaha kecil produksi peyek
✅ Bantuan renovasi rumah sederhana
Berikut RAB (Rencana Anggaran Biaya) dengan total Rp50.000.000 untuk bantuan 6 bulan kebutuhan sembako, renovasi rumah sederhana, modal usaha peyek, dan bantuan sekolah Febri serta Juliansyah:
Kegiatan Rincian Estimasi Biaya (IDR)
- Bantuan Sembako 6 bulanRp700.000 per bulan x 6 bulan (beras, minyak, telur, gula, dll) = 4.200.000
- Renovasi RumahPerbaikan atap bocor, plester dinding, cat, dan lantai = 15.000.000
- Modal Usaha Produksi Peyek Bahan baku, alat produksi, kemasan = 7.000.000
- Bantuan Pendidikan Biaya sekolah, alat tulis, seragam 2 anak selama 6 bulan = 5.800.000
- Biaya Transportasi & Lainnya Untuk penjualan peyek keliling & ongkos sekolah = 3.000.000
- Cadangan Tak Terduga Untuk keperluan medis atau kebutuhan mendesak lainnya = 5.000.000
- Biaya Tenaga Kerja Renovasi Tukang harian 10 hari x Rp200.000 = 2.000.000
- Dana Operasional & Administrasi Biaya koordinasi dan dokumentasi kampanye = 3.000.000
Total =

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id



