Bantu Orang Tua Tunggal Hidupi Anak Lumpuh

“Nak, bapak gagal banget ya jadi orang tua kalian? Bertahun-tahun kalian sakit, bapak belum bisa juga bawa kalian berobat.”
Begitu pilu kehidupan yang harus dijalani Pak Sunari dan kedua anaknya, Slamet (22 tahun) dan Wahyudi (20 tahun) yang lumpuh.
Anak pertama mengalami kelumpuhan sejak bayi sedangkan anak kedua mengalami kelumpuhan sejak umur 10 tahun, saat itu setelah mengetahui kedua anaknya lumpuh istri Pak Sunari meninggalkan mereka.
Bukan hanya itu, kondisi tubuh Pak Sunari juga sakit. Tubuhnya penuh benjolan sedari dia kecil. Meski harus menahan rasa sakit, Pak Sunari tetap berjuang demi anak-anaknya.
Setiap hari, Pak Sunari mencari kayu dan rumput yang nantinya akan dijual, itu pun tidak setiap hari bisa berjualan karena harus merawat anak-anaknya dan sering juga dagangannya sulit laku.
Kisah serupa juga dialami, Wiji (28 tahun). Sejak lahir dia juga mengalami kelumpuhan yang membuat dia hanya bisa digendong oleh Mbah Kaminem.
“Mbah rela rawat Wiji sampai kapan pun, tapi Mbah takut jika Mbah tiada, bagaimana Wiji akan bertahan hidup?” - Mbah Kaminem.
Menggendong ke mana-mana, memandikan, dan menyuapi, tak ada yang berubah sejak anaknya bayi hingga dewasa. Selama itu pula Mbah Kaminem merawatnya tanpa pamrih.
Demi menafkahi Wiji, Mbah rela setiap hari memikul bambu dari hutan pegunungan jalan kaki. lebih sedihnya lagi, Mbah Kaminem harus memotong dan merakit untuk menjadikan besek tempat ikan setelah itu baru bisa dijual, perbesek hanya dihargai Rp 1.000.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
