Bantu Emak Bongkok Penjual Lontong Hidup Layak

Setiap malam.. ketika banyak orang telah berkumpul bersama keluarga dan beristirahat di rumah, Nek Warsih justru masih berjalan pelan menyusuri kampung sambil memikul dagangan lontongnya.
Di usia senjanya, tubuh Nek Warsih sudah tidak lagi sekuat dulu. Punggungnya membungkuk, langkahnya tertatih, dan tenaganya semakin terbatas. Namun ia tetap bertahan berjalan dari rumah ke rumah, berharap masih ada yang membeli dagangannya.
Bukan karena ia ingin berjualan hingga larut malam. Tetapi karena jika lontongnya belum habis terjual, ia tidak memiliki uang untuk membeli makan dan modal berjualan kembali esok hari.
"Kalau belum laku, Nek nggak bisa pulang... soalnya nggak punya uang buat makan," ucapnya lirih.
Nek Warsih hidup seorang diri di rumah bilik bambu yang sederhana. Tak ada anak atau keluarga yang menemani hari-harinya. Hanya rumah kecil yang menjadi tempatnya beristirahat setelah seharian berjuang mencari nafkah.
Setiap pagi beliau menyiapkan lontong, lalu berjalan berkeliling kampung. Namun dagangannya tidak selalu habis. Sering kali hingga sore, bahkan malam hari, masih banyak lontong yang tersisa sehingga Nek Warsih memilih terus berjualan meski tubuhnya sudah sangat lelah.
#TemanBaik, mari ringankan perjuangan Nek Warsih. Bantuan yang Anda berikan akan membantu memenuhi kebutuhan hidup, makanan sehari-hari, serta memberi harapan agar beliau tidak lagi harus berjualan hingga larut malam hanya untuk bertahan hidup.
Semoga kebaikan yang kita berikan menjadi jalan agar Nek Warsih bisa menjalani sisa usianya dengan lebih tenang, sehat, dan penuh keberkahan.
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
