Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Kejar Berkah dengan Borong Dagangan Lansia Pejuang Nafkah

Kejar Berkah dengan Borong Dagangan Lansia Pejuang Nafkah

Rp 1.565.000Terkumpul dari Rp 50.000.000
76 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)


  Usia Nyaris 70 Tahun, Berjuang Sendirian di Perantauan dalam Sepi Di usianya yang telah menginjak 68 tahun—sebuah masa di mana orang tua seharusnya beristirahat tenang di rumah dikelilingi anak cucu—Abah Ade justru harus menelan pahitnya kehidupan. Beliau terpaksa meninggalkan keluarga tercinta di kampung halaman dan merantau sendirian di kerasnya kota demi menyambung hidup dengan berjualan aksesoris keliling.


  Namun, akhir-akhir ini perjuangan Abah seolah terasa nihil. Dagangannya kian hari kian sepi peminat. Dalam seharian penuh berteriak menawarkan barang, Abah sering kali hanya membawa pulang keuntungan bersih 20 hingga 25 ribu rupiah saja. Bahkan, jika kota sedang dilanda sepi, Abah terpaksa mengurut dada karena hanya mendapatkan 10 ribu rupiah untuk bertahan hidup.


  Kaki Sakit Dorong Gerobak Belasan Kilo & Terancam Diusir dari Kontrakan Usia memang tidak bisa berbohong. Tubuh senja Abah Ade kini tak lagi sekuat dulu. Setiap hari, Abah harus menahan rasa nyeri yang teramat sangat di kakinya. Bagaimana tidak? Beliau wajib berjalan kaki sejauh belasan kilometer demi mendorong gerobak jualannya di bawah terik matahari dan kepulan polusi jalanan.


  Mirisnya, upah yang tak seberapa itu membuat Abah kini terjepit dalam kesulitan besar. Abah tinggal di sebuah kontrakan kecil dan saat ini memiliki tunggakan sewa selama 1 bulan yang belum mampu ia bayar. Setiap malam Abah diselimuti rasa cemas, takut jika sewaktu-waktu pemilik kontrakan mengusirnya karena tidak ada biaya.


  Satu Bulan Menahan Rindu Kampung Halaman: Ingin Punya Warung di Rumah Jauh dari pelukan keluarga di usia senja adalah siksaan batin tersendiri bagi Abah Ade. Sudah lebih dari satu bulan Abah memendam rindu yang mendalam untuk pulang ke kampung. Namun, jangankan untuk ongkos transportasi pulang, untuk makan sehari-hari dan bayar sewa kontrakan saja Abah sudah tertatih-tatih.


  Di dalam hati kecilnya, Abah Ade memanjatkan sebuah doa sederhana. Jika Tuhan menitipkan rezeki berupa modal usaha, Abah sangat ingin membuka warung kelontong kecil-kecilan di rumahnya. Dengan adanya warung itu, Abah tidak perlu lagi memeras sisa-sisa tenaga manusianya di jalanan kota, tidak perlu lagi menahan sakit kaki, dan yang paling penting: Abah bisa hidup tenang berkumpul bersama keluarganya dengan penghasilan yang lebih layak.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  “Barangsiapa yang meringankan beban orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)


  #TemanBaik, mari kita kumpulkan pahala terbaik kita untuk memuliakan usia senja Abah Ade.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id