Kejar Berkah dengan Borong Dagangan Lansia Pejuang Nafkah

“Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Kasihilah siapa yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan mengasihimu.” (HR. Tirmidzi)
Tubuh Renta 87 Tahun yang Masih Harus Berjuang Sendirian Di saat lansia sebayanya menikmati hari tua dengan tenang beristirahat bersama keluarga, Ma Ooy (87 tahun) justru harus terus melangkah. Dengan fisik yang semakin rapuh dan pendengaran yang mulai berkurang, perempuan renta ini setiap hari berjalan menyusuri jalanan demi menyambung hidup dan sesuap nasi.
Tanpa gerobak apalagi kendaraan, Ma Ooy hanya mengandalkan kekuatan kedua kakinya yang kian gemetar. Beliau membawa kantong plastik kresek sederhana berisi keripik titipan pabrik untuk dijajakan kepada siapa saja yang ia temui di sepanjang jalan.
Mengais Untung 500 Perak di Tengah Keterbatasan Fisik Perjuangan Ma Ooy sungguh menyayat hati. Dari setiap bungkus keripik pabrik yang berhasil ia jual, Ma Ooy hanya mengambil untung Rp500 saja per bungkus. Ketika dagangan sepi, penghasilan bersih yang beliau bawa pulang sering kali hanya sekitar Rp30 ribu sehari. Uang sekecil itulah yang beliau hemat sedemikian rupa agar perutnya tidak kosong.
Akibat faktor usia yang makin senja, pendengaran Ma Ooy kini sudah sangat berkurang. Siapa pun yang ingin berbicara dengannya harus mengeraskan suara. Namun, keterbatasan fisik dan pendengarannya tidak pernah melunturkan keteguhan hati Ma Ooy. Beliau menolak meminta-minta dan memilih untuk tetap hidup mandiri dari tetesan keringatnya sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Carilah ridha-Ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan kemenangan disebabkan orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Abu Dawud)
#TemanBaik, Mari Jaga Sesama dan Muliakan Masa Tua Ma Ooy Di usia yang telah menginjak 87 tahun, Ma Ooy seharusnya tidak perlu lagi memaksakan fisiknya memikul dagangan dan berjalan jauh.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
