Kisah Pilu Anak Yatim Disabilitas Rais Tidak memiliki kedua Tangan

Rais, 6 tahun, adalah anak yatim yang terlahir tanpa kedua tangan. Sejak kecil, ia belajar melakukan berbagai aktivitas dengan kaki dan bagian tubuhnya yang masih bisa digunakan, termasuk makan dan menulis. Rais sebenarnya sangat ingin bersekolah dan mengejar cita-citanya, tetapi keterbatasan fisik dan ejekan dari teman-teman membuatnya sempat putus sekolah. Kini Rais tinggal dalam kondisi serba terbatas dan membutuhkan dukungan untuk mendapatkan tangan palsu yang sesuai, melanjutkan pendidikan, serta memenuhi kebutuhan gizinya.
Sejak masih dalam kandungan, sang ibu memilih mempertahankan kehamilan Rais meski mengetahui anaknya akan lahir dengan keterbatasan. Namun setelah sang ayah meninggal, kehidupan Rais semakin berat. Sang ibu kemudian pergi ke Kalimantan dan hingga kini belum kembali maupun memberi kabar. Rais pun harus menjalani hari-harinya dengan kerinduan yang tak terjawab. “Ayah sudah nggak ada, Ibu juga pergi ninggalin Rais. Rais kangen, Bu… cepat pulang ya, Bu.” Meski begitu, Rais tetap berusaha kuat. Ia menggunakan kakinya untuk menulis, makan, dan melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan dengan tangan.
Sejak masih dalam kandungan, sang ibu memilih mempertahankan kehamilan Rais meski mengetahui anaknya akan lahir dengan keterbatasan. Namun setelah sang ayah meninggal, kehidupan Rais semakin berat. Sang ibu kemudian pergi ke Kalimantan dan hingga kini belum kembali maupun memberi kabar. Rais pun harus menjalani hari-harinya dengan kerinduan yang tak terjawab. “Ayah sudah nggak ada, Ibu juga pergi ninggalin Rais. Rais kangen, Bu… cepat pulang ya, Bu.” Meski begitu, Rais tetap berusaha kuat. Ia menggunakan kakinya untuk menulis, makan, dan melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan dengan tangan.

Platform Donasi Online Terpercaya
Hubungi kami
© 2026 Raihmimpi.id
