Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Bantu Lansia Pejuang Sembuh tuk Bertahan

Bantu Lansia Pejuang Sembuh tuk Bertahan

Rp 0Terkumpul dari Rp 110.000.000
54 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  Dari yang tadinya hanya belasan, benjolan ini seolah “berkembang biak” menjadi ratusan atau bahkan ribuan– entahlah..jumlahnya begitu banyak!

  Pak Parni (59 tahun) mengidap penyakit neurofibroma atau tumor jaringan syaraf sejak kecil. Benjolan di sekujur tubuhnya itu terasa perih dan gatal! Namun ia hanya bisa menahan sekuat tenaga untuk tidak menggaruknya sampai pecah, jika hal itu terjadi, bisa-bisa adanya infeksi yang serius.


  Di tahun 2019 Pak Parni sempat menjalani operasi benjolan di sekitar mata dan hidung karena membuatnya sulit bernafas dan melihat. Namun alih-alih menemukan titik terang menuju 100% kesembuhan, benjolan itu semakin bertambah.


  Mencari pekerjaan sangat sulit bagi Pak Parni dalam kondisi seperti itu. Jika ada tetangganya yang meminta ia untuk mencabut rumput menjadi rezeki yang luar biasa untuk Pak Parni.


  Saat ini Pak Parni tinggal sendirian di rumahnya yang sederhana. Untungnya, ada keponakannya yang memberikan bantuan kebutuhan makan walau ala kadarnya, Pak Parni sangat bersyukur.


  Kisa serupa juga di alami Mbah Samakumur 82 masih berjuang di jalanan untuk bisa makan sehari-haril, dia hidup di rumah kecil sempit dan pengap.

  Kegiatan sehari-harinya hanya menjual telur dari ayam yang mereka miliki. Namun, mereka hanya memiliki 5 ayam yang tidak bertelur setiap hari.


  Pendapatannya sangat tidak pasti karena hanya bisa didapatkan dari telur yang berhasil di jual ke pasar. tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sering kali mbah samak merasa kesakitan di matanya selalu gatal dan keluar air mata sampai kondisi mukanya seperti meleleh karena sering di kucek-kucek.


  Bukannya tak mau berobat, tapi tuntutan untuk bertahan hidup harus lebih diutamakan. Mbah samak hanya ingin berjuang demi sesuap nasi bersama sang istri tercinta.

  Walaupun kondisi demikian, mereka berdua harus memaksa diri mengingat kebutuhan yang harus tercukupi terutama untuk makan sehari-hari.


Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id