Facebook Pixel
Langsung ke konten
Foto campaign Mari Dukung Lansia Penjual Dagangan Kecil

Mari Dukung Lansia Penjual Dagangan Kecil

Rp 2.095.000Terkumpul dari Rp 20.000.000
77 Hari
0Donasi
0Kabar Terbaru
0Doa
Info Campaign

  “Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Kasihilah siapa yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan mengasihimu.” (HR. Tirmidzi)


  Lahir di Tahun Kemerdekaan, Masih Bertarung Menahan Lelah di Trotoar Di saat banyak orang seusianya menikmati masa tua dengan tenang di rumah, Pak Mumu justru masih harus berjuang keras mencari nafkah. Pria yang lahir pada tahun kemerdekaan Indonesia ini tak pernah menyerah pada keadaan. Setiap hari, dengan langkah kaki yang kian melemah dimakan usia, beliau setia menggelar lapak dagangannya di atas dingin dan kerasnya trotoar pasar.


  Sejak pukul 04.00 dini hari—saat sepertiga malam masih menyelimuti bumi—hingga pukul 20.00 malam, Pak Mumu berteman dengan debu, terik matahari, dan guyuran hujan. Kalender bergambar, aksesori, hingga mainan anak-anak menjadi tumpuan harapannya untuk membawa pulang sedikit rezeki.


  Menunggu Pembeli dari Subuh hingga Malam Demi Ongkos dan Makan Namun, kenyataan di lapangan tak selalu ramah. Tak jarang dari pagi hingga malam berlalu, tak ada satu pun barang dagangannya yang dilirik pembeli. Jika sedang beruntung, penghasilan yang beliau bawa pulang hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 saja.


  Uang sekecil itu bahkan sering kali habis hanya untuk membayar ongkos perjalanan dan membeli makanan seadanya. Duka makin terasa karena barang dagangan tersebut merupakan sistem titip jual dari agen. Jika barang tidak laku, Pak Mumu terpaksa harus pulang dengan tangan kosong tanpa membawa penghasilan sepeser pun untuk bertahan hidup.


Rasulullah ﷺ bersabda:

  “Carilah ridha-Ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan kemenangan disebabkan orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Abu Dawud)


  Harapan Sederhana: Kehidupan yang Layak di Masa Tua Meski hidup dalam keterbatasan yang menyiksa fisik tuanya, Pak Mumu tidak pernah mengeluh. Beliau memilih untuk terus memeras keringat daripada berpangku tangan. Di balik ketegarannya, Pak Mumu menyimpan harapan sederhana: memiliki modal usaha mandiri dan kehidupan yang lebih layak di masa tuanya agar tak perlu lagi memaksakan fisiknya dari subuh hingga malam di trotoar.


  #TemanBaik, Mari Bersama Dekap Pak Mumu Lewat Gerakan Jaga Lansia Melalui program Jaga Lansia, mari kita satukan kepedulian untuk merangkul dan memuliakan sisa usia Pak Mumu.



Home
Raihmimpi

Platform Donasi Online Terpercaya

Hubungi kami

© 2026 Raihmimpi.id